Tujuan Dibangunnya Rumah Tjong a Fie

Tujuan Dibangunnya Rumah Tjong a Fie

Satu dari sekian banyak rumah tua yang jadi tujuan wisata di Medan adalah Rumah Tjong A Fie yang yang terletak di Jalan Jendral Ahmad Yani, Medan Kesawan. Tempat ini dulunya merupakan tempat tinggal bagi keluarga bangsawan bernama Tjong A Fie yang dibangun pada tahun 1990. Sekarang, kediaman tersebut sudah mendapatkan istilah baru yakni cagar budaya nasional yang tercatat pada data registrasi nomor RNCB.20151221.02.000081.

Tujuan Dibangunnya Rumah Tjong a Fie

Luas seluruh komplek rumah Tjong A Fie mencapai 4.200 meter persegi dan mempunyai gedung yang terdiri dari taman bunga, ruang makan, ruang tidur, ruang altar, ruang tamu dengan arsitektur China, Belanda, Eropa dan Melayu. Pembangunan cagar budaya yang disahkan oleh Kemendikbud lewat surat keputusan SK Menteri NoPM.01/PW.007/MKP/2010 ini dibiayai sendiri oleh Tjong A Fie.

RUMAH TJONG A FIE

Sebelum membahas soal tiket masuk dan jam buka, Traveling Medan akan mencoba mendeskripsikan tentang keindahan Rumah Tjong A Fie. Baik dari segi daya tarik maupun keunikan yang akan kalian temukan di sana.

Rumah Tjong A Fie Medan mempunyai iii komplek, yakni:

1. Pintu masuk di sebelah timur, menghadap ke kesawan dan berada di bagian depan
two. Mansion atau rumah utama, terletak di bagian tengah yang terdiri dari 2 lantai.
three. Halaman belakang, berada di sebelah utara dan berhadapan dengan jalan Perniagaan

Namun, tidak semua area komplek yang ada di rumah Tjong A Fie dibuka untuk publik. Sebagian expanse belakang tak boleh dimasuki oleh pengunjung karena disana tinggal pihak pengelola sekaligus pemilik dari obyek wisata sejarah ini.

Baca Juga:
Kolam Renang Tasbih – Harga Masuk dan Promo Tiket 2020




Pada area pertama yaitu gerbang bergaya Tiongkok

rumah tjong a fie
build in, tjong a fie mansion is a historical house and well known as one of medan city landmark – foto: tjongafiemansion
Read:  Beli Rumah Atau Bangun Sendiri

Dari jalanan aspal, rumah ini seolah tersembunyi, silap dikit saja mungkin akan terlewatkan karena lokasinya dibentengi oleh pagar tinggi yang dipasangi jerjak duri. Agar mudah ditandai, akses utamanya adalah pintu masuk bergaya Tiongkok yang dicat warna merah dan kuning.

Gerbang masuk dan bangunan utama dipisahkan oleh halaman rumah. Dalam hitungan 2 menit saja, wisatawan sebenarnya sudah sampai ke bagian teras. Akan tetapi, banyak turis mancanegara/lokal yang selalu menjadikan halaman rumah berusia ratusan tahun ini untuk mengambil gambar.

Gapura atau pintu masuk ini merupakan akses utama bagi wisatawan untuk menuju mansion atau gedung inti. Disini juga terdapat loket pembelian tiket masuk. Bila berkenan, kalian bisa memakai jasa
tour guide
berbahasa Indonesia maupun Inggris.

Bangunan inti yakni Tjong A Fie Mansion

rumah tjong a fie
lantai dua rumah tjong a fie

Mansion merupakan tempat tinggal keluarga Hakka yang terdiri dari two lantai. Masing-masing lantai memiliki fungsi yang berbeda. Lantaran namanya sangat terkenal dan kala itu Tjong A Fie sendiri dikenal pandai bergaul, dalam kesehariannya beliau kerap menerima kedatangan tamu dari berbagai latar belakang berbeda.

Karenanya, kita bisa menjumpai tiga buah ruang tamu yang didesain sesuai tipe tamu yang datang. Ada yang didekorasi ala Eropa, Tiongkok dan juga dihias ala Melayu. Selain aneka perabotan antik, disini juga dipasang banyak foto-foto beliau beserta keluarga besarnya. Termasuk usaha yang dimiliki oleh keluarga keturunan Hakka tersebut.

Secara garis besar, lantai pertama ini meliputi altar, ruang makan, dapur, ruang keluarga, ruang tamu dan kamar tidur khusus bagi pemilik rumah. Penataan dan tata ruangan mengikuti prinsip feng-shui.

Naik ke lantai dua, suasananya terasa lebih lapang karena perabotannya tidak terlalu ramai. Disini ruangannya adalah tempat dansa, kamar tidur tamu dan juga Kwan Ti Kong temple. Jendela di sini dibuat lebar-lebar untuk mengatur sirkulasi udara.

Read:  Bangunan Rumah Dari Papan Minimalis

Tiket masuk ke Rumah Tjong A Fie

Tempat wisata di Medan yang dikelola oleh pihak keluarga (non-government) di bawah Yayasan Toen Moek Tong ini menawarkan two jenis tiket masuk. Dibedakan atas tipe wisatawan yang berkunjung yakni Wisnu (wisatawan nusantara) dan Wiswan (wisatawan mancanegara).

Rumah Tjong A Fie mengenakan harga tiket masuk sebesar Rp35.000 per orang untuk wisatawan lokal dan Rp50.000 untuk wisatawan asing. Di bagian pembelian tiket akan ditawarkan juga jasa pemandu wisata dengan tarif tambahan.

Jam buka 09:00-17:00 WIB setiap hari.

Profil Tjong A Fie

Tjong Fung Nam adalah perantau Labuhan Deli yang meninggalkan tanah asalnya yaitu Desa Sungkow, Moyan pada tahun 1880. Ada tiga buah nama yang dimiliknya, yakni Tjong A Fie dan Tjong Yiauw Hian. Tetapi semenjak menetap di Medan, beliau lebih sering disebut Tjong A Fie.

Selama berada di Medan, beliau sukses mengangkat martabatnya. Salah satu quote-nya yang berkata: “In that location on world where I stand up, I hold the sky. Success and glory consist not in what I’ve gotten but in what I’ve given.” benar-benar diaplikasikan dalam kehidupannya.

Beliau banyak membantu warga lokal dan ikut berkontribusi dalam membangun tempat ibadah. Beberapa masjid yang dibangunnya bersama tokoh Medan lainnya pun kerap disebut masjid-nya Tjong A Fie, seperti
Masjid Al Osmani
dan Masjid Raya.

Tujuan Dibangunnya Rumah Tjong a Fie

Source: https://www.travelingmedan.com/2020/05/keindahan-rumah-tjong-a-fie.html

Check Also

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bangunan Tahun 2020 File Sofcopy Dalam …