Perubahan Sosial Ekonomi Pasca Pembangunan Rumah Budaya Majapahit

Perubahan Sosial Ekonomi Pasca Pembangunan Rumah Budaya Majapahit

Perubahan sosial ekonomi masyarakat pasca pembangunan Rumah Budaya Majapahit di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto

Perubahan sosial ekonomi masyarakat pasca pembangunan Rumah Budaya Majapahit di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto

suatu pencapain tujuan adalah hal yang diinginkan dalam suatu
pembangunan.
Perubahan
menjadi lebih baik telah menjadi impian dari adanya suatu
pembangunan
rumah
budaya
Majapahit. Hal ini juga terkait dengan pemerintah
Kabupaten
Mojokerto
melalui BPCB (Balai Pelestarian Cagar
Budaya) sebagai lembaga dalam mewujudkan
pembangunan
rumah
budaya
Majapahit
dengan menampung berbagai aspirasi dan partisipasi
masyarakat. Hal itu dilakukan untuk membangkitkan kembali suasana
Majapahit
pada zaman dahulu, selain itu untuk mencapai tujuan utama dalam mengembangkan daerah pariwisata yang ada di
Trowulan
khususnya di
Desa
Temon
agar menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung. Ketika pengunjung tertarik akan wisata yang ada di
Desa
ini otomatis mereka akan berbondong-bondong berwisata disini dan hasilnya akan membuat pendapatan
masyarakat
sekitar bertambah, karena disekitar wisata candi-candi ini
masyarakat
memanfaatkan
rumah
budaya
Majapahit
ini sebaga tempat usaha baru. 3. Integration

Baca lebih lanjut


112 Baca lebih lajut

UPAYA PENDAMPINGAN PENGRAJIN BATU MERAH DALAM MENINGKATKAN USAHA EKONOMI MANDIRI DI DUSUN PELEM DESA TEMON KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO.

UPAYA PENDAMPINGAN PENGRAJIN BATU MERAH DALAM MENINGKATKAN USAHA EKONOMI MANDIRI DI DUSUN PELEM DESA TEMON KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO.

Pertama, kualitas Sumber Daya Manusia yang ada di Pelem bisa maksimal. Komunitas pengrajin batu merah semakin meningkat ketrampilan yang dimilikinya dengan mengikuti beberapa pelatihan. Guna menambah ketrampilannya dari hasil diskusi bersama
masyarakat
dibuatlah pelatihan membuat tas dari kardus atau biasa dikenal dengan tas bowoan dan membuat kreasi tudung saji. Dari gagasan ini ibu – ibu yang pernah mengikuti pelatihannya sangat antusias menularkan keterampilannya kepada
masyarakat
Pelem secara keseluruhan. Pelatihan ini juga ternyata mendapat respon posistisf dari ketua PKK yakni ibu In bahkan beliau sendiri siap untuk menjadi ketua pelaksana pelatihan tersebut.

Baca lebih lanjut


115 Baca lebih lajut

Evaluasi Dampak Pembangunan Rumah Majapahit Bagi Masyarakat Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

Evaluasi Dampak Pembangunan Rumah Majapahit Bagi Masyarakat Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto

majapahit. Yaitu dampak
sosial
dan dampak ekonomi.Dampak
sosial
yang dirasakan oleh pengunjung rata-rata mereka juga ikut bangga, dengan adanya
pembangunan
rumah
majapahit
ini. Karena mereka dapat berfoto-foto dirumah
majapahit, lalu di upload di
sosial
media mereka. Dampak yang dirasakan juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi pelajar maupun mahasiswa yang berkunjung ke
rumah
majapahit, bisa juga menggunakan
rumah
majapahit
sebagai homestay. Selain itu penjual juga merasakan dampak positif yaitu dampak
ekonomi, karena setelah adanya
pembangunan
rumah
majapahit
juga berdampak pada penjual makanan ringan di sekitar
rumah
majapahit, sebelum adanya
pembangunan
rumah
majapahit
pendapatan mereka hanya sedikit, tetapi setelah adanya
pembangunan
rumah
majapahit
penghasilan penjualan mereka menjadi meningkat. Sehingga pedagang atau penjual makanan tersebut senang karena ekonominya meningkat.Hal ini sesuai dengan teori dimensi dampak yang dikaji dalam evaluasi kebijakan dalam Sahya Anggara (2014:281). Bahwa dalam proses
pembangunan
akan berdampak pada kelompok diluar sasaran yang disebut eksternalitas/ dampak melimpah (spillover effects). Dampak yang di rasakan oleh pengunjung dan penjual atau kelompok diluar sasaran
pembangunan
rumah
majapahit
sudah dianggap memberika dampak yang positif. Tetapi hanya saja akses transportasi umum untuk digunakan wisatawan atau pengunjung menuju

Baca lebih lanjut


fourteen Baca lebih lajut

INDUSTRI RUMAH TANGGA DAN PERUBAHAN SOSIAL : STUDI TENTANG PERUBAHAN DARI MASYARAKAT AGRARIS MENUJU MASYARAKAT INDUSRTIAL DI DESA PURWODADI KECAMATAN SIDAYU KABUPATEN GRESIK.

ARTEFAK RELIEF CANDI MAJAPAHIT KOLEKSI MUSEUM TROWULAN MOJOKERTO SEBAGAI SUMBER IDE PENGEMBANGAN DESAIN BATIK MAJAPAHIT

Peranan Pembangunan Owabong Dalam Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga.

ANALISIS PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DESA CIHIDEUNG SEBAGAI DESA WISATA.

ANALISIS PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT DESA CIHIDEUNG SEBAGAI DESA WISATA.

Begitu halnya di
Desa
Cihideung
kecamatan
Parongpong
kabupaten
Bandung Barat terjadi
perubahan
sosial
budaya
setelah adaya
pembangunan
berbagai macam objek pariwisata mulai dari wisata alam, wisata haritage dan wisata buatan seperti permainan, wisata kuliner, maupun penginapan serta butik. Kawasan
Desa
Cihideung yang awalnya hanya merupakan kawasan pertanian, digunakan sebagai kawasan bercocok tanam oleh
masyarakat
Desa
Cihideung yang mayoritasnya adalah para pemilik lahan-lahan pertanian, kini seiring dengan berkembangnya waktu serta pengaruh dari globalisasi dan modernisasi
Desa
Cihideung telah berkembang menjadi
desa
wisata baik yang alami mulai dari wisata taman bunga maupun objek pariwisata buatan, terdiri dari Kambung Gajah yang merupakan objek pariwisata rekreasi, Kampung Daun sebagai objek pariwisata kuliner, Maja House salah satu cafe yang sering dijadikan tempat untuk berkumpulnya anak muda dan lain sebagainya.
Masyarakat
Desa
Cihideung yang dulunya memiliki lahan-lahan untuk bertani telah menjual lahannya kepada para investor sehingga dibangunlah berbagai macam objek pariwisata dan
masyarakat
Desa
Cihideung banyak yang berpindah ke daerah lain karena sudah tidak memiliki lahan untuk dijadikan lapangan pekerjaan.

Read:  Biaya Membangun Rumah Type 55

Baca lebih lanjut


54 Baca lebih lajut

BUDAYA BANTENGAN TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU ANAK DI DESA JAPANAN KECAMATAN KEMLAGI KABUPATEN MOJOKERTO.

BUDAYA BANTENGAN TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU ANAK DI DESA JAPANAN KECAMATAN KEMLAGI KABUPATEN MOJOKERTO.

Wujud kepercayaan terhadap eksistensi roh ini juga tercermin dalam ritual pamitke pundhen yang dilakukan oleh para pemain kesenian Bantengan sebelum melakukan pementasan. Maksud dan tujuan ritual pamit ke pundhen adalah meminta izin dan permisi kepada para dhanyang selaku roh pendiri
desa
agar pementasan berlangsung dengan lancar tanpa suatu halangan apapun. Permintaan izin secarasimbolis ini diwujudkan dalam bentuk doa bersama dan pembakaran dupa. Dupa merupakan salah satu jenis sesaji yang dipergunakan sebagai sarana ritual pamit ke pundhen. Dupa yang baunya harum konon paling disukai oleh roh halus. 10 Sehingga para dhanyang selaku roh pendiri
desa
diharapkan bisa memberikan izin dan restu demi kelancaran dan kesuksesan pementasan.

Baca lebih lanjut


91 Baca lebih lajut

Chapter II Analisis Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Pembangunan Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Desa Beringin Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang

Chapter Two Analisis Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Pembangunan Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Desa Beringin Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang

Infrastruktur merupakan prasarana publik primer dalam mendukung kegiatan
ekonomi
suatu negara, dan ketersediaan infrastruktur sangat menentukan tingkat efisiensi dan efektivitas kegiatan
ekonomi.
Pembangunan
infrastruktur merupakan Public Service Obligation, yaitu sesuatu yang seharusnya menjadi kewajiban Pemerintah. Keberadaan infrastruktur sangat penting bagi
pembangunan, sehingga pada fase awal
pembangunan
disuatu negara hal tersebut akan dipikul sepenuhnya oleh Pemerintah yang dibiayai dari APBN murni. Dalam pemenuhan infrastruktur atau fasilitas publik, diperlukan investasi yang cukup besar dan pengembalian investasi dalam jangka waktu yang relatif lama. Selain itu, manajemen operasionalnya juga membutuhkan cost yang tinggi. Permasalahan inilah yang menjadi kendala bagi kebanyakan negara-negara berkembang dalam pemenuhan infrastruktur. Namun kendala keterbatasan pembiayaan dari pemerintah tersebut dapat diselesaikan melalui pendekatan pola kerjasama yang bersifat Public Individual Partnership yang membawa manfaat bagi pihak-pihak yang terlibat dalam kerjasama tersebut. Pendekatan baru untuk dapat mengurangi masalah ini melibatkan peran-peran stakeholder.

Baca lebih lanjut


30 Baca lebih lajut

Analisis Pengelolaan Dan Pelestarian Cagar Budaya Sebagai Wujud Penyelenggaraan Urusan Wajib Pemerintahan Daerah (Studi Pada Pengelolaan Dan Pelestarian Situs Majapahit Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto)

Analisis Pengelolaan Dan Pelestarian Cagar Budaya Sebagai Wujud Penyelenggaraan Urusan Wajib Pemerintahan Daerah (Studi Pada Pengelolaan Dan Pelestarian Situs Majapahit Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto)

UU No.11 Tahun 2010 tentang Cagar
Budaya
menjelaskan bahwa cagar
budaya
merupakan warisan
budaya
bersifat kebendaan berupa Benda Cagar
Budaya, Bangunan Cagar
Budaya, Struktur Cagar
Budaya, Situs Cagar
Budaya, dan Kawasan Cagar
Budaya
di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Kemudian, dijelaskan pula bahwa pe- ngelolaan cagar
budaya
merupakan upaya terpadu untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan cagar
budaya
melalui kebijakan pengaturan perencanaan, pe-laksanaan, dan pengawasan untuk ke-sejahteraan rakyat. Sedangkan, pelestarian cagar
budaya
adalah upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan cagar
budaya
dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan me- manfaatkannya.

Baca lebih lanjut


seven Baca lebih lajut

Chapter I Analisis Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Pembangunan Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Desa Beringin Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang

Chapter I Analisis Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Pasca Pembangunan Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Desa Beringin Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang

sepanjang lajur. Ratusan peluang usaha tercipta dengan banyaknya
masyarakat
yang membuka usaha-usaha baru terutama sektor
ekonomi
kerakyatan.
Rumah
makan skala sederhana, warung makan dan minuman, toko kecil, penjaja bahan bakar minyak (BBM) eceran, penjual makanan dan minuman keliling, penjual jasa seperti ojek, tambal ban, cuci kenderaan (doorsmer) dan lain sebagainya. Semuanya tercipta dampak dari operasional Bandara Kuala Namu menggantikan Bandara Polonia yang sudah ditutup secara resmi untuk penerbangan komersil. Selain membuka peluang usaha baru, keberadaan bandara Kualanamu juga meningkatkan perekonomian
masyarakat. Sejak bandara kebanggaan
masyarakat
Sumut tersebut beroperasi, jumlah konsumen dalam pembelian makanan dan minuman semakin meningkat yang otomatis turut menambah pendapatan. Selain itu adanya bertambah tempat penginapan terdekat dan beberapa pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengakui, bisnis usaha dari SPBU miliknya di Jalan Batangkuis, Tanjungmorawa, omset penjualannya meningkat tajam 100-150 persen. Biasanya dalam sehari hanya menghabiskan sekira seven-10 ton kini bisa mencapai 25 ton seiring semakin tingginya volume kendaraan yang melintas di lajur arteri.

Read:  Aplikasi Untuk Membangun Sebuah Rumah

Baca lebih lanjut


12 Baca lebih lajut

PROSES PENGELOLAAN BERSAMA ASET WISATA RELIGI MAKAM TROLOYO DI DESA SENTONOREJO KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO

PROSES PENGELOLAAN BERSAMA ASET WISATA RELIGI MAKAM TROLOYO DI DESA SENTONOREJO KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO

Proses pengelolaan bersama aset wisata religi Makam Troloyo ini pada dasarnya dilakukan berdasarkan kesepakatan atau persetujuan dari kedua belah pihak yang bersangkutan yakni Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata
Kabupaten
Mojokerto
dengan Pemerintah
Desa
Sentonorejo tanpa adanya unsur pemaksaan dari salah satunya. Proses ini diawali dengan negosiasi terlebih dahulu antara kedua belah pihak yakni Dinas Pariwisata dan Pemerintah
Desa
Sentonorejo. Langkah negosiasi ini merupakan tahap awal dari keseluruhan proses pengelolaan bersama. Apabila negosiasi dirasa belum membuahkan hasil maksimal langkah selanjutnya adalah, mediasi yakni mempertemukan kedua belah pihak dan membicarakan baik-baik apa yang harus dilakukan dan solusi apa yang diberikan demi keberlangsungan bersama dan kemajuan wisata religi makam troloyo tersebut.

Baca lebih lanjut


35 Baca lebih lajut

Romantisme kejayaan masa lalu Kampung Majapahit di Desa Bejijong Trowulan Mojokerto: antara penghayatan nilai-nilai kultural dan kepentingan industri pariwisata.

Romantisme kejayaan masa lalu Kampung Majapahit di Desa Bejijong Trowulan Mojokerto: antara penghayatan nilai-nilai kultural dan kepentingan industri pariwisata.

menjadikan pura tersebut hadir dalam bentuk tampilan yang indah, namun perlahan-lahan dan pasti kesakralan diabaikan. Pemanfaatan pura Tirta Empul sejak proses produksi, distribusi, dan konsumsi sebagai satu kesatuan. Reproduksi dan distribusi pura dilakukan atas inisiatif
masyarakat
sendiri secara kelembagaan dengan pemerintah
Kabupaten
Gianyar, dimana pura Tirta Empul sebelumnya bukan komoditas yang diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan
ekonomi. Dampak pemanfaatan Pura Tirta Empul sebagai daya tarik wisata berimplikasi kuat berkaitan dengan bergesernya nilai-nilai magis-religius. Dampak terhadap aspek
sosial
ekonomi
cenderung positif, yaitu dapat meningkatkan taraf kesejahteraan kehidupan
masyarakat
desa
Manukaya, uang yang diperoleh dari penyediaan fasilitas wisata kepada wisatawan dikembalikan kepada adat dan tradisi, seperti pelaksanaan upacara-upacara keagamaan serta sarasa dan prasarana yang mendukungnya. Wujudnya adalah pelaksanaan upacara agama secara lebih teratur dan berkualitas, disamping memperbaiki pura sesuai dengan kemampuan
ekonomi
masyarakat
itu sendiri. sedangkan dampak terhadap
sosial
budaya
cenderung negative karena terjadi komersialisasi tempat suci. Komersialisasi tempat suci dapat mengakibatkan manurunnya nilai-nilai religious tempat suci tersebut.

Baca lebih lanjut


122 Baca lebih lajut

Perubahan Sosial Budaya pada Masyarakat

Perubahan Sosial Budaya pada Masyarakat

Suatu proses penciptaan hal yang baru (something new) yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi dan teknologi (tools and technologies), yang berubah adalah aspek
budaya
yang sifatnya material, sedangkan yang sifatnya norma dan nilai sulit sekali diadakan
perubahan
(bahkan ada kecenderungan untuk dipertahankan). Sebagai contoh orang Jawa, memakai pakaian dengan stelan dasi dan jas, tetapi nilai kehidupannya masih Wonogiri atau Purwodadi Grobongan. Hal ini menunjukkan bahwa
budaya
yang tampak (material) lebih mudah diubah, tetapi sikap hidup adalah menyangkut nilai-nilai yang sukar dibentuk kembali.

Baca lebih lanjut


18 Baca lebih lajut

PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI SALAK PONDOH DESA GUMINGSIR KECAMATAN PAGENTAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN

PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PETANI SALAK PONDOH DESA GUMINGSIR KECAMATAN PAGENTAN KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN

Penelitian ini berjudul
Perubahan
Sosial
Ekonomi
Masyarakat
Petani Salak Pondoh
Desa
Gumingsir
Kecamatan
Pagentan
Kabupaten
Banjarnegara Tahun 2008-2012 dengan tujuan i) Penelitian ini mengungkap kondisi wilayah
desa
Gumingsir. two) perkembangan pertanian salak pondoh di
desa
Gumingsir. three)
perubahan
sosial
ekonomi
petani salak pondoh di
desa
Gumingsir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, yang meliputi penelitian 1) heuristik, dengan cara menghimpun jejak-jejak masa lampau dengan melakukan observasi setelah itu ditindaklanjuti dengan wawancara langsung kepada petani salak pondoh. two) kritik, yaitu mengkaji sumber sejarah dengan menguji nilai kebenarannya agar mendapat information yang valid mengenai tanaman salak pondoh dan
perubahan
sosial
ekonomi
di
desa
Gumingsir. 3) interpretasi, yaitu melakukan penafsiran terhadap data-information yang diperoleh untuk dijadikan fakta. four) hsitoriografi yaitu menyusun cerita sejarah dari awal hingga akhir dengan menggunakan prinsip kronologis, kausanlitas, dan imajinasi. Hasil dari penelitian ini adalah 1)
Desa
Gumingsir memiliki luas wilayah 346.145 ha dengan jumlah penduduk pada tahun 2.147 jiwa, dengan mata pencaharian utamanya adalah pertanian salak pondoh. 2) Ide dan gagasan pertanian salak pondoh di
desa
Gumingsir berawal dari pertanian padi di
desa
Gumingsir yang dianggap kurang menguntungkan, dan tertarik dengan pertanian salak pondoh di daerah lain dengan penghasilan yang lebih besar. iii) Dengan pendapatan yang meningkat, sebagian dari penghasilan biasa digunakan untuk menabung. Penghasilan petani salak pondoh yang besar membuat kebutuhan juga meningkat. Sementara itu kehidupan
sosial
petani salak pondoh
desa
Gumingsir berjalan dengan baik, yaitu antara interaksi dan aktivitas sosialnya terus berjalan dengan baik. Dalam bidang pendidikan, anak-anak dari petani salak pondoh banyak yang menempuh pendidikan sampai ke jenjang pergurun tinggi.

Read:  Tahapan Tahapan Pembangun Rumah Tinggal

Baca lebih lanjut


xvi Baca lebih lajut

Romantisme kejayaan masa lalu Kampung Majapahit di Desa Bejijong Trowulan Mojokerto: antara penghayatan nilai-nilai kultural dan kepentingan industri pariwisata

Romantisme kejayaan masa lalu Kampung Majapahit di Desa Bejijong Trowulan Mojokerto: antara penghayatan nilai-nilai kultural dan kepentingan industri pariwisata

Kemunduran kerajaan
Majapahit
tidak meruntuhkan semangat serta antusias
masyarakat
desa
Bejijong yang berada di area kerajaan
Majapahit. Dalam perkembangannya
masyarakat
lokal terus berupaya melestarikan
budaya
daerah. Terciptanya Kampung
Majapahit
merupakan fenomena yang menjadi suatu gerakan Majapahitisasi pemerintah dan
masyarakat
Mojokerto. Tujuannya tidak lain yaitu sebagai bentuk simbolisasi mengingat keberadaan kejayaan
Majapahit, selain itu juga sebagai salah satu cara dan simbol untuk mengenalkan kembali
budaya, tradisi, dan adat istiadat
Majapahit. Pengenalan kembali merupakan cara
masyarakat
untuk mempertahankan
budaya
Majapahit. Ada hal yang sangat menarik ketika memasuki Kampung
Majapahit
di
desa
Bejijong, dua hari dalam satu minggu akan terlihat bagaimana
masyarakat
begitu menghayati adanya simbol
rumahrumah
Majapahit
dengan tampilan perangkat-perangkat
desa
dan para pengurus lembaga
desa
wisata tampak mengenakan pakaian khas
Majapahit. Penghayatan nilai-nilai
budaya
mulai di tonjolkan dengan adanya gerakan berbusana khas
Majapahit
dimulai dari perangkat-perangkat
desa
dengan tujuan warga
desa
bisa tertarik dan dengan sendirinya mengikuti kebiasaan berbusana khas
Majapahit
tersebut. Selain simbol
rumah
dan busana,
masyarakat
desa
Bejijong juga terus menjalankan ritual Suroan, Barikan, dan kirab, dimana ritual tersebut sudah ada mulai dari zaman dahulu dan tetap di lestarikan sampai saat ini.

Baca lebih lanjut


11 Baca lebih lajut

Perubahan Sosial dan Budaya Masyarakat

Perubahan Sosial dan Budaya Masyarakat

Catatan : Secara garis besar
perubahan
sosial
tidak akan lepas dari kecenderungan manusia itu sendiri untuk mengubah. Kecenderungan ini melahirkan konsep-konsep
perubahan
yang tersusun melalui berbagai programme yang lazim disebut program
pembangunan


15 Baca lebih lajut

PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT PASCA INDUSTRIALISASI DI DESA ABAR-ABIR KECATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK.

PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT PASCA INDUSTRIALISASI DI DESA ABAR-ABIR KECATAN BUNGAH KABUPATEN GRESIK.

Sebagaimana yang pernah ditulis oleh Geertz,
budaya
adalah dengan apa manusia menafsirkan pengalaman dan menuntun tindakan mereka. Struktur
sosial
ialah bentuk yang diambil tindakan tersebut,
budaya
dan struktur
sosial
adalah abstraksi yang berlainan dari fenomena yang sama. Kedua bentuk abstraksi peristiwa-peristiwa didalam
masyarakat
Abar-Abir sendiri mempunyai peran sebagai pelengkap. Orang muslim taat memberi tekanan lebih banyak pada segi
budaya
suatu komunitas ataupun. Pada struktur sosialnya, dapat dilihat dari banyaknya organisasi-organisasi pemuda atau ibu-ibu muslimat yang aktifitasnya penuh dengan muatan religi. Tetapi dalam perkembangan dewasa ini kita perlu meningkatkan pengetahuan kita tentang corak dan organisasi berbagai sistem gagasan dengan melihat pada bagian
budaya
yang telah dipetakkan dengan baik, yaitu bahasa, kemudian kita akan melihat pertalian
budaya
sebagai warisan tradisi pemikiran
masyarakat
psikologi perorangan.

Baca lebih lanjut


97 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA WEDOMARTANI AKIBAT PEMBANGUNAN JOGJA BAY WATERPARK

PERUBAHAN KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA WEDOMARTANI AKIBAT PEMBANGUNAN JOGJA BAY WATERPARK

Geografi pariwisata merupakan studi terapan dari berbagai konsep, teori dan pendekatan geografi terhadap aspek- aspek pariwisata pada wilayah permukaan bumi (Pramono, 2012). Menurut Sujali (1989), geografi pariwisata sesuai dengan bidang atau lingkupnya, merupakan objek wisata. Pembahasannya ditekankan pada masalah bentuk, jenis, persebaran dan termasuk juga wisatawan sebagai konsumen dari objek wisata. Jogja Bay Gamble Pirates Waterpark merupakan lokasi pariwisata seluas 11 Hektar yang berlokasi di Jalan Stadion Maguwoharjo,
Kecamatan
Depok,
Kabupaten
Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Luas Jogja Bay Waterpark terdiri dari 7 Ha Expanse bermain berupa wahana air dan pertunjukan serta 2.7 Ha surface area parkir kendaraan pengunjung (mobil, motor dan bus) serta taman (www.jogjaBay.com). Jogja Bay Waterpark dianggap sebagai salah satu lokasi wisata air yang unik dan berbeda dibandingkan dengan lokasi wisata serupa. Hal tersebut karena Jogja Bay Waterpark merupakan lokasi pariwisata thematic story telling yang memadukan antara tradisi Jogja dengan para bajak laut Eropa.

Baca lebih lanjut


8 Baca lebih lajut

Perubahan Sosial Ekonomi Pasca Pembangunan Rumah Budaya Majapahit

Source: https://123dok.com/title/perubahan-masyarakat-pembangunan-majapahit-kecamatan-trowulan-kabupaten-mojokerto

You May Also Like