Peraturan Undang Undang Tentang Rumah Percontohan Bangunan Tahan Gempa

Peraturan Undang Undang Tentang Rumah Percontohan Bangunan Tahan Gempa

UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN AKIBAT GEMPA, RUMAH DAN BANGUNAN


UNTUK MENGURANGI KERUSAKAN AKIBAT GEMPA, RUMAH DAN BANGUNAN AGAR SESUAI STANDAR

Letak Indonesia yang berada di daerah gempa menuntut bangunan rumah dan gedung harus sesuai dengan standar. Peraturan Pemerintah mengenai hal itu pun sudah ada yaitu PP No. 36 tahun 2005 tentang peraturan pelaksanaan undang-undang No. 22 tahun 2002 tentang bangunan gedung. Karenanya pemerintah daerah khususnya pemerintah kabupaten/kota dapat membuat peraturan daerah (Perda) yang mengatur mengenai bagaimana membuat bangunan atau rumah tahan gempa sesuai standar. Direktur Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Agoes Widjanarko mengatakan dalam dialog di TVRI Dki jakarta, Senin (5/six).

PP No. 36/2005 itu bisa digunakan sebagai acuan pemerintah kabupaten/kota membuat perda ujar Agoes. Perda itu tidak hanya mengatur untuk bangunan kantor atau fasilitas publik saja, tetapi untuk membangun rumah mestinya harus ada izin mendirikan bangunan (IMB). Ia mengharapkan agar pemerintah daerah konsisten untuk menerapkan perdanya, sehingga ke depan rumah-rumah atau bangunan sesuai dengan standar yang diharapkan, sehingga tahan terhadap gempa.

Seperti diketahui gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah   telah merusak bangunan rumah penduduk dan bangunan gedung umum. Untuk Provinsi DIY bangunan yang mengalami rusak berat 100.614 unit, rusak sedang thirty.990 unit dan rusak ringan 58.160 unit. Sedangkan untuk di Provinsi Jawa Tengah, bangunan rusak berat mencapai 40.881 unit, rusak sedang 40.442 unit of measurement dan rusak ringan 39.712 unit of measurement.

Selain itu kerusakan juga terjadi di 10 daerah irigasi yang meliputi areal 1.754 hektar dan merusak tanggul/tebing di 16 sungai di DIY. Demikian juga dengan jalan dan jembatan.

Read:  Sop Ppi Rumah Sakit Dibidang Pembangunan Rumah Sakit

Menurut Agoes upaya-upaya yang telah dilakukan pada penanganan tanggap darurat dengan melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan yang menutupi bangunan fasilitas umum dan jaringan jalan dengan menggunakan alat-alat berat yang ada di Yogyakarta dan didatangkan dari kota-kota lain termasuk dari Jakarta. Jumlah alat-alat berat yang beroperasi saat ini 23 unit excavator, 6 unit loader dan 34 unit dump truck.

Lebih lanjut dikatakan penanganan dalam tanggap darurat  untuk jalan dan jembatan agar bisa berfungsi kembali, dilakukan dengan penambalan jalan-jalan yang retak sepanjang 1.600 chiliad, pembersihan longsoran pada ruas Piyungan-Gading (Kab. Gunung Kidul) sepanjang iii.300 m, penimbunan oprit 649 chiliad� pada ruas Yogya-Wonosari dan Yogya-Prambanan serta pekerjaan talud di jembatan Irung Petruk. Seluruh pekerjaan ini membutuhkan dana Rp 2,43 milyar.

Sampai saat ini untuk penanganan pengungsi telah pula ditangani meliputi pelayanan air minum dan sanitasi dengan penyediaan hidran umum 122 unit di DIY dan 41 unit di Jateng. Mobil tanki air dioperasikan 27 unit di DIY dan 14 Jateng. Tanki blader 7 unit of measurement di Jateng. IPA mobile 5 unit (2 50/dt) dan 1 unit of measurement (5 l/dt). MCK 387 seat, kamar mandi 8 pintu di DIY. Selain itu disediakan 2.500 unit jerigen dengan kapasitas 4 liter dan 2 unit tenda peleton.


Budaya Gotong Royong


Sementara itu dalam kesempatan yang sama Menteri Perumahan Rakyat Yusuf Asyaari  mengajak masyarakat untuk  meningkatkan budaya gotong royong yang selama ini kita miliki. Kita pupuk kembali budaya gotong royong untuk membangun rumah yang rusak ungkap Yusuf. Ia juga mengajak masyarakat dapat memanfaatkan dana bantuan pemerintah seefisien, seefektif dan seakuntable mungkin. Yusuf juga berharap agar bangunan dan rumah yang dibangun mengikuti standar yang ditetapkan. Ia mencontohkan, membangun rumah sederhana sehat yang diciptakan Puslitbang PU.

Read:  Jenis2 Analisa Bangunan Rumah Tinggal

Lebih lanjut dikatakan bantuan yang akan diberikan pemerintah saat ini sedang dalam pembicaraan. Rencananya untuk rumah yang rusak berat akan mendapat bantuan maksimum sebesar Rp xxx juta, rusak sedang Rp 20 juta dan rusak ringan mendapat Rp 10 juta.

Menurut Menpera, kemungkinan terbesar dalam membangun rumah akan diselenggarakan secara swadaya, artinya bergotong royong  masyarakat. Masing-masing akan dibikin kelompok-kelompok, dengan catatan rumah yang rusak berat, sedang dan rusak ringan ini akan diberikan batasan maksimum xl m2, luasan rumah. Kalau rumah sederhana itu 36 m2 maka ini lebih sedikit, lanjut Yusuf Asyaari.

Dalam membangun rumah juga akan ada pengecekan. Idealnya pembangunan rumah swadaya nanti akan ada tim pendamping, konsultan, atau fasilitator. Jadi nanti kita bisa kerjasama, misalnya dengan kalangan universitas. Untuk Kementrian Perumahan Rakyat sendiri akan bekerjasama dengan UNS Surakarta dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta. (Sr)

Apakah informasi di atas cukup membantu?


Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR

Facebook: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Twitter: @kemenpu
Instagram: kemenpupr
Youtube: kemenpu
#SigapMembangunNegeri

Peraturan Undang Undang Tentang Rumah Percontohan Bangunan Tahan Gempa

Source: https://www.pu.go.id/index.php/berita/untuk-mengurangi-kerusakan-akibat-gempa-rumah-dan-bangunan

Check Also

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bangunan Tahun 2020 File Sofcopy Dalam …