Modul Struktur Bangunan Tinggih Rumah Sakit

Modul Struktur Bangunan Tinggih Rumah Sakit

PERSYARATAN BANGUNAN RUMAH

A. Lantai



Gambar lantai sebagai penahan air tanah dan uap basah dari tanah

Fungsi lantai harus mampu :

  1. Menahan air tanah dan uap basah dari tanah kedalam ruang, sehingga ruang menjadi basah dan atau lembab.
  2. Menahan masuknya binatang melata yang keluar dari tanah (cacing, ular), dan atau serangga.

Persyaratan:

  1. Menggunakan bahan bangunan yang kedap air dan tidak bisa ditembus binatang melata maupun serangga dari bawah tanah.
  2. Permukaan lantai harus selalu terjaga dalam kondisi kering (tidak lembab), dan tidak licin sehingga tidak mengakibatkan penghuni menjadi tergelincir.
  3. Ketinggian lantai bangunan minimal x cm dari halaman atau 25 cm dari permukaan jalan.
  4. Ketinggian peil lantai juga harus berada diatas peil banjir yang diberlakukan di lingkungan lokasi rumah.

Gambar Posisi permukaan lantai rumah terhadap permukaan jalan dan halaman rumah minimal berjarak xx cm dari halaman rumah dan 25 cm dari jalan depan rumah.

B. Dinding

Fungsi dinding :

  1. Dinding berfungsi untuk membentuk ruang, dinding dapat bersifat masif, transparan, atau semi transparan.
  2. Dinding masif memungkinkan tidak tembus pandang, sehingga fungsinya adalah sebagai pemisah ruang dimana kegiatan di dalamnya membutuhkan privasi/ pribadi tinggi.
  3. Dinding transparan (ada jendela kaca) berfungsi selain untuk bukaan bagi pengaliran cahaya dan udara alami, juga berfungsi untuk menghilangkan kekakuan bentuk rumah, serta terjalinnya hubungan komunikasi antara ruang luar dan ruang dalam
  4. Dinding harus mampu menahan gangguan alam seperti angin kencang, hujan, dan panas, agar tidak mengganggu aktivitas penghuni di dalam ruang, selain itu dinding juga harus kedap air, sehingga tidak menyebabkan ruang menjadi lembab.
  5. Bahan bangunan yang digunakan harus tahan terhadap tekanan angin, panas, dan kedap air. Lapisan permukaan dinding mudah dibersihkan dan tidak menggunakan bahan yang mengandung bahan beracun dan berbahaya.

C. Plafond / Langit – langit

Fungsi plafon/langit-langit

  1. Menjadi komponen ruang bagian atas
  2. Menahan mengalirnya udara panas yang ada di rongga atap akibat panas matahari yang diterima pada penutup atap, langsung ke dalam ruang di bawahnya.

Persyaratan:

  1. Tinggi plafond/langit-langit sekurang-kurang-nya 2.80 cm, Tinggi langit-langit untuk kamar mandi, wc, dan cuci sekurang-kurangnya 2.40 cm.
  2. Bahan langit-langit bisa terbuat dari bahan organik seperti: gedeg bambu, bilik, kayu lapis; bahan anorganik seperti Gypsum, asbes, partikel board; atau bahan campuran seperti: papan partikel semen,  kayu-semen, dan lain-lain.
Read:  Bangunan Rumah Sakit Santa Elisabet


D. Atap

Atap terdiri dari Rangka atap dan penutup atap.

Fungsi atap :

  1. Rangka atap berfungsi sebagai penyangga penutup atap,
  2. Penutup atap, berfungsi sebagai penahan terhadap gangguan alam (hujan, panas, angin dll), serta

Persyaratan:

  1. Pemilihan bahan untuk penutup atap dipertimbangkan terhadap jenis penutup atap yang dipilih, karena masing-masing jenis memiliki ketentuan/persyaratan terhadap Sudut kemiringan atap yang  dikeluarkan oleh produsen penutup atap. Sebagai dasar acuan atap dengan bahan plat gelombang, kemiringan minimum adalah fifteen, sementara untuk penggunaan atap genteng beton dan keramik kemiringan minimum  adalah 30º.
  2. Pemilihan bahan dan struktur rangka atap harus mampu memikul beban mati (berat bahan penutup atap dan bahan rangka atap), maupun beban hidup (manusia, angin, hujan), serta mengikuti persyaratan kemiringan penutup atap yang dipilih.

KELENGKAPAN BANGUNAN RUMAH

A. Air Bersih / Minum

70% tubuh manusia terdiri dari air, karenanya dalam kegiatan hidupnya manusia sangat membutuhkan air. Kebutuhan air setiap manusia antara 60 liter – 200 liter per hari, tergantung kegiatan yang dilakukan sehari-harinya. Kegiatan pokok manusia yang membutuhkan air adalah untuk keperluan minum, masak, mencuci (tubuh, baju, alat dapur, dan alat makan), namun masyarakat di perkotaan bisa lebih dari keperluan pokok seperti mencuci kendaraan, aktivitas niaga dan lain-lain, sementara di perdesaan sangat diperlukan untuk kegiatan pertanian.

Sumber air bersih dapat berasal dari perusahaan penyedia air bersih seperti PDAM, penyedia air bersih mandiri yang dikelola oleh individu atau masyarakat secara swadaya (PAM-BM), atau dari mata air dan atau sumur artesis.

Untuk memenuhi standar air minum, maka bila menggunakan air bersih harus dimasak terlebih dahulu hingga mendidih. Bila sumber air minum berasal dari mata air, air pancuran, atau air sungai, maka perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dimasak.

B. Air Limbah Rumah Tangga (grey h2o)

Read:  Membangun Fire System Untuk Rumah

UU nomor 32/2009, tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, masyarakta tidak dibenarkan membuang limbah ke badan sungai tanpa izin Pimpinan Pengelola Daerah. Jadi limbah rumah tangga harus diolah terlebih dahulu menjadi cairan yang tidak mengotori badan sungai. Untuk itu rumah sehat harus memiliki tangki septik dan bidang resapan untuk pengolahan limbah, agar air yang dialirkan selokan tidak mencemari badan air.

Apabila kemungkinan membuat tangki septik private tidak ada, maka di lingkungan perumahan harus dilengkapi dengan sistem pembuangan air limbah lingkungan. Bentuknya dapat berupa  tangki septik komunal, atau mini IPAL (Instalasi Pengolahan air Limbah). Rembesan dari tangki septik dapat disambung pada sistem pembuangan air limbah kota atau dengan cara pengolahan lain. Apabila tidak memungkinkan untuk membuat bidang resapan pada setiap rumah, maka harus dibuat bidang resapan bersama yang dapat melayani beberapa rumah.

Pembuangan air  limbah/air  kotor dari kamar mandi dan cuci harus dialirkan ke saluran pembuangan lingkungan (riool) bisa dengan sistem terbuka atau tertutup. Pembuangan air limbah dari kakus harus dialirkan ke tangki septik yang dilengkapi dengan bak rembesan. Saluran dari kakus ke tangki septik maupun dari rembesan ke pembuangan lingkungan dibuat tertutup. Pada jarak tertentu dan pada sudut-sudut bangunan rumah harus dibuatkan bak kontrol. Saluran pembuangan air limbah dari kamar mandi dan cuci dibuat terpisah dari saluran pembuangan kakus.

Perencanaan jaringan air limbah dan sarana-sarananya harus mengacu pada SNI-03-23982002 tentang Tata Cara Perencanaan Tangki Septik dengan Sistem Resapan, serta pedoman tentang pengelolaan air limbah secara komunal pada kawasan perumahan yang berlaku.

Gambar Posisi Septictank minimal harus berjarak x one thousand dari sumur air bersih

Gambar bentuk dan ukuran Septictank

C. Pengaliran Air Hujan

Jaringan saluran air hujan (Drainase), sebaiknya terbuka, diletakkan di bawah cucuran atap, dapat mengalirkan air hujan dari atap dan talang diteruskan ke drainase lingkungan. Pada daerah yang tidak memiliki resiko longsor, sebaiknya  menyediakan sumur resapan atau saluran resapan.

Sekeliling bangunan harus disediakan drainase untuk menghindari air mengganggu stabilitas tanah bagian pondasi atau sisi-sisi bangunan.

Read:  Jual Rumah Di Park Residence Bangunan Baru

D. Sistem Pembuangan Sampah

Sampah rumah tangga harus dikelola dengan prinsip penanganan dan pengurangan volume sampah sejak dari rumah tangga. Sampah rumah tangga sudah harus terpilah sejak dari rumah, menggunakan prinsip daur ulang yaitu 3R (reuse, reduce, recycle).

Tempat sampah di depan rumah hanya untuk menampung sampah rumah tangga yang harus dibuang langsung ke TPS atau TPA, sedangkan sampah yang masih dapat di gunakan kembali dan diolah kembali, ditempatkan terpisah untuk dibawa oleh pemulung.

Eastward. Tempat Pewadahan Sampah

Tempat sampah dibuat semudah mungkin untuk proses perawatan dan penanganannya Tempat pewadahan sebaiknya dapat dipindahkan atau bersifat movable. Bila tidak dapat dipindahkan maka penempatannya harus masuk ke dalam site/kapling, tidak diperkenankan diletakkan di luar site, seperti surface area trotoir, ruang hijau yang berada pada DMJ (daerah milik jalan).

Tempat sampah harus dirancang dengan tutup pada dua bagian, bagian dalam untuk membuang sampah oleh keluarga dan bagian luar untuk pengambilan oleh petugas sampah lingkungan. Lantai bak sampah harus kedap air, dan dimiringkan 2% ke arah luar, untuk mengalirkan air dan menjaga agar bak sampah terjaga dalam kondisi kering.

Gambar bentuk dan ukuran tempat sampah

Prinsip 3 R mengarahkan penghuni untuk memilah sampah sejak dari rumah, antara sampah organik (sayur, buah, daun dan lain-lain) dengan sampah yang bukan organik seperti kaleng, botol, kertas, bungkus minuman kemasan (kopi, susu, jeli, agar dan lain-lain), plastik, cream, dan lain-lain. Sampah organik dapat diproses daur ulang (recycle) menjadi kompos, sementara sampah bukan organik dapat didaur guna (reuse) menjadi tas atau dompet (menggunakan bekas bungkus minuman instant), koran bisa dijual & kertas lainnya menjadi kertas daur ulang, botol dan kaleng menjadi usah pemulung, plastik menjadi pelet bahan plastik atau bahan bangunan.

Gambar Sistem pengolahan dan tempat pewadahan sampah

_PERKIM_

Sumber : Modul Rumah Sehat  / Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman – Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Modul Struktur Bangunan Tinggih Rumah Sakit

Source: https://dpu.kulonprogokab.go.id/detil/722/modul-rumah-sehat-bag-5-persyaratan-dan-kelengkapan-bangunan-rumah

Check Also

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bangunan Tahun 2020 File Sofcopy Dalam …