Kendala Mbr Dalam Membangun Rumah Ppt

Kendala Mbr Dalam Membangun Rumah Ppt

Ada banyak risiko dalam membangun rumah yang perlu Anda antisipasi, via freepik.com/mindandi

Sebagai pemilik proyek, apakah Anda pernah berhadapan dengan kontraktor “nakal” yang menelantarkan bangunan dan membawa kabur uang proyek?  Atau sebaliknya, sebagai profesional Anda pernah bertemu klien yang tidak mau membayar walaupun proyek sudah selesai?

Mewujudkan rumah impian mulai dari tahap perencanaan, perancangan, pembangunan, hingga perawatan memang tidak semudah menjentikkan jari. Banyak hal yang harus diperhitungkan, dipertimbangkan, dan diputuskan dengan teliti. Memilih arsitek, desainer, kontraktor, dan penyedia material bukan hal yang sederhana. Karena melibatkan keseluruhan proses untuk mewujudkan hunian impian yang berkualitas dan nyaman. Ditambah lagi melibatkan uang yang jumlahnya tidak sedikit. Apa saja bahaya dan risiko yang mengintai saat membangun rumah impian? Apa solusinya? Dan, bagaimana menjamin hubungan kinerja yang baik antara
possessor

dan penyedia jasa? Mari temukan jawabannya di sini.

ane.Kontraktor Kabur, Rumah Idaman Tinggal Impian

Kendala Mbr Dalam Membangun Rumah Ppt

Ilustrasi proyek mangkrak, via tribunnews.com

Kendala dalam proyek biasanya terjadi karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman
owner

akan tahapan proyek. Termasuk istilah-istilah yang kerap kali digunakan dalam perjanjian proyek. Kurangnya pengawasan langsung juga menjadi pemicu munculnya penyedia jasa “nakal” yang memanfaatkan kesibukan
owner. Hal klise yang paling sering terjadi biasanya seputar uang yang dibawa kabur oleh kontraktor yang kemudian menyisakan kebingungan, kekesalan, dan impian yang tak terwujud.

2. Jadwal Molor Tidak Sesuai Rencana

Menunggu proyek yang tak kunjung selesai sesuai jadwal bisa menimbulkan frustrasi, via freepik.com

Menunggu proyek yang tak kunjung selesai sesuai jadwal bisa menimbulkan frustrasi, via freepik.com

Biasanya jadwal pembangunan sudah direncanakan dan disetujui kedua pihak sebelum proyek berjalan. Memang, dalam pelaksanaannya sering terjadi kendala tak terduga. Pengadaan material yang terkendala suplai distributor maupun faktor cuaca bisa menghambat pembangunan. Namun, kontraktor yang berpengalaman sudah dapat mengantisipasinya. Dalam surat perjanjian kerja, toleransi keterlambatan sudah diperhitungkan dengan teliti.

Read:  Bangunan Klinik Umum Boleh Bersatu Dengan Rumah

Namun, betapa kesal dan kecewa rasanya, jika berhadapan dengan kontraktor yang ternyata kurang kompeten dan bertanggung jawab. Pembangunan molor jauh dari rencana, bahkan mangkrak. Coba bayangkan kalau Anda harus mengontrak rumah saat menunggu rumah Anda terbangun dan kontraknya hampir habis, namun rumah belum kunjung selesai.

3. Pembangunan Selesai Namun Tidak Sesuai Perjanjian

Ilustrasi realita yang berbeda dengan ekspektasi, via narcity.com

Ilustrasi realita yang berbeda dengan ekspektasi, via narcity.com

Dalam kasus lain, pembangunan selesai, namun tidak sesuai perjanjian. Kontraktor bersikeras telah melaksanakan pembangunan sesuai gambar kerja dan tidak mau bertanggung jawab atas hasil pekerjaan yang dianggap
owner
tidak sesuai perjanjian. Sementara itu,
owner

merasa sangat tidak puas atas kualitas hasil bangunan. Tapi, apa memang harus seperti itu? Apakah harus selalu was-was untuk mendapatkan rumah impian?

4. Setelah
Bargain, Kontraktor Menaikkan Nilai Konstruksi

Ilustrasi: syok melihat tagihan yang membengkak, via freepik.com

Ilustrasi: syok melihat tagihan yang membengkak, via freepik.com

Sebenarnya, keinginan
possessor
untuk mewujudkan rumah impian serta kebutuhan penyedia jasa untuk mendapatkan penghasilan dan
track record

yang baik, adalah hubungan mutualisme yang saling menguntungkan. Namun, ada saja bahaya dan risiko yang mengintai saat membangun rumah impian. Setelah
possessor
melakukan pembayaran, seringkali penyedia jasa menaikkan nilai konstruksi yang jauh lebih tinggi dari perjanjian saat proyek sudah berjalan. Coba bayangkan, sangat tidak nyaman bukan? Betapa kesal dan khawatir jika harus menghadapi permasalahan seperti itu.

five. Proyek Mangkrak Karena
Owner

Menunda Pembayaran

Invoice yang telat dibayar juga kadang menyebabkan proyek mangkrak, via trulia.com

Invoice yang telat dibayar juga kadang menyebabkan proyek mangkrak, via trulia.com

Ketidakpuasan dan perselisihan tidak melulu disebabkan pihak penyedia jasa yang kurang kompeten. Ada juga proyek yang mangkrak karena
owner

tidak melakukan pembayaran atau tidak kunjung menyelesaikan pembayaran walau proyek telah rampung sesuai perjanjian.

Read:  Youtube Ceramah Membangun Rumah Tangga Bahagia

Akhirnya, cukup banyak kasus perselisihan proyek yang akhirnya harus melibatkan pihak kepolisian, bahkan hingga ke pengadilan. Pastinya siapapun tidak mau menghadapi kasus seperti itu karena akan sangat menyulitkan dan melelahkan.

Lalu, apa solusi untuk permasalahan ini? Setidaknya adakah jalan keluar untuk meminimalisasi risiko terjadinya perselisihan?

6.
Escrow, Solusi Meminimalisasi Perselisihan Antara
Owner, Arsitek, dan Kontraktor

Ilustrasi escrow, pihak ketiga yang menjamin kenyamanan owner dan penyedia jasa secara aman, mudah, dan transparan, via trulia.com

Ilustrasi escrow, pihak ketiga yang menjamin kenyamanan owner dan penyedia jasa secara aman, mudah, dan transparan, via trulia.com

Dalam transaksi jual-beli rumah dikenal jasa “escrow”
sebagai pihak ketiga yang menjadi perantara. Demikian pula pada jasa


design and build

.
Escrow

menjadi pihak yang memihak kedua sisi, yakni
possessor

dan penyedia jasa.
Escrow

menjembatani transaksi dan perjanjian yang sudah disetujui kedua belah pihak, serta memastikan hak setiap pihak dapat diterima setelah melaksanakan kewajibannya sesuai ketentuan.

Sebagai pihak ketiga, tentu saja
escrow

harus netral dan tidak berat sebelah.
Escrow

memastikan setiap poin dan tahapan yang tertera dalam perjanjian dapat terlaksana dengan baik serta tepat waktu. Jika ada hal yang tidak sesuai dengan perjanjian,
escrow

akan mengingatkan pihak yang melanggar untuk segera memenuhi kewajibannya dan “menahan” hak pihak tersebut sampai kewajibannya terselesaikan.

Misalnya, di tahap pertama, kedua pihak setuju akan melakukan peninjauan dan pembayaran saat konstruksi pondasi selesai.
Escrow

akan membantu
owner
memastikan tahapan pengerjaan pondasi selesai dengan baik dan tepat waktu. Escrow juga memastikan kontraktor mendapatkan pembayarannya. Jika ternyata tahapan konstruksi pondasi tidak terlaksana dengan baik,
escrow

tidak akan memberikan pembayaran sebelum kontraktor menyelesaikannya. Hal ini sesuai dengan ketentuan tenggat waktu yang sudah ditentukan sebelumnya.

Read:  Rumah Tuhan Yang Dibangun Salomo

Arsipro, aplikasi berbasis escrow yang menjamin keamanan keuangan dan rampungnya proyek, via arsitag.com

Arsipro, aplikasi berbasis escrow yang menjamin keamanan keuangan dan rampungnya proyek, via arsitag.com

Menyadari pentingnya jasa
escrow

agar tidak terjadi perselisihan antara
owner

dan penyedia jasa, kini hadir
Arsipro. Aplikasi manajemen proyek dengan Arsitag sebagai
escrow

yang menjamin keamanan keuangan, dengan jaminan uang 100% proyek selesai atau uang kembali. Uang akan diserahkan kepada pihak penyedia jasa hanya setelah
possessor

memverifikasi hasil pekerjaan dari profesional terpercaya.
Owner
bisa melakukan pembayaran, memantau, dan mengelola proyek lewat
Arsipro, tanpa biaya tambahan apapun.
Arsipro

membantu terwujudnya rumah impian tanpa dibayangi ketakutan.

Aplikasi Arsipro sudah dapat diunduh di Google Play Store dan App Shop, atau hubungi
Customer Service

Arsitag di nomor telepon 0812-9001-9010 untuk informasi lebih detail.

Kendala Mbr Dalam Membangun Rumah Ppt

Source: https://unbrick.id/permasalahan-mbr-dalam-membangun-rumah-ppt/

Check Also

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bangunan Tahun 2020 File Sofcopy Dalam …