Kenapa Kita Harus Membangun Green Building Untuk Rumah

Kenapa Kita Harus Membangun Green Building Untuk Rumah

Kenapa Kita Harus Membangun Green Building Untuk Rumah

Memahami Konsep Green Building, Manfaat, dan Penerapannya

RumahCom –
Penerapan konsep
green building
merupakan salah satu topik yang sudah sejak lama dibahas. Konsep tersebut bahkan sudah diterapkan sejak lama di beberapa negara, sebagai salah satu langkah untuk mencegah terjadinya pemanasan global. Di Indonesia sendiri, penerapan konsep bangunan yang ramah lingkungan baru saja mulai digalakkan. Sebenarnya, seperti apa itu konsep
green edifice
dan penerapannya? Baca artikel ini sampai habis untuk mengetahui jawabannya.

  1. Apa yang Dimaksud Konsep
    Green Building?

  2. Manfaat
    Green Edifice

    1. Meningkatkan Kualitas Hidup

    2. Menghemat Sumber Daya Air

    3. Mengurangi Biaya Operasional dan Pemeliharaan Bangunan

    4. Mengurangi Jejak Karbon dalam Langkah untuk Menyelamatkan Lingkungan

    5. Bangunan Bisa Digunakan dalam Waktu yang Lama

  3. Penerapan
    Greenish Edifice
    di Indonesia

    1. Sequis Center

    2. Menara BCA

    3. Alamanda Tower

    4. Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum

    5. Pacific Place Mall

  4. Dark-green Building Council
    Republic of indonesia

12 Referensi Denah Apartemen Bergaya Minimalis

12 Referensi Denah Apartemen Bergaya Minimalis

Tips Rumah dan Apartemen

12 Referensi Denah Apartemen Bergaya Minimalis

1. Apa yang Dimaksud Konsep Green Building?

Green building dibuat dengan memaksimalkan seluruh komponen yang ada. (Foto: AsiaOne)

Light-green building dibuat dengan memaksimalkan seluruh komponen yang ada. (Foto: AsiaOne)

Dark-green building dibuat dengan memaksimalkan seluruh komponen yang ada. (Foto: AsiaOne)

Sangat penting untuk menerapkan konsep ramah lingkungan di dalam berbagai aspek. Salah satu alasan mengapa konsep tersebut diperlukan adalah sebagai salah satu langkah untuk menjaga kondisi lingkungan dan alam supaya tidak rusak dan berada di dalam kondisi yang baik. Salah satu konsep ramah lingkungan yang saat ini sedang digalakkan adalah konsep
light-green building.
Sebenarnya, apa itu konsep
green edifice?

Melansir dari World Green Edifice Council, konsep
green building
adalah sebuah konsep dimana bangunan yang dalam desain, konstruksi, dan operasinya bisa mengurangi dampak negatif bagi lingkungan. Konsep ini juga mengharuskan supaya bangunan bisa memberikan dampak yang positif bagi lingkungan dan alam.

Dalam pembangunannya, bangunan ramah lingkungan harus memaksimalkan sumber daya alam yang ada dan tidak menggunakan bahan-bahan bangunan dalam jumlah yang berlebihan. Setiap komponen yang ada pada bangunan harus saling terhubung dan tidak ada bagian yang dibuat secara sia-sia.

Proses pembuatan bangunan ramah lingkungan membutuhkan kontribusi yang erat dari kontraktor, arsitek, insinyur, hingga klien, supaya bisa menghasilkan bangunan ramah lingkungan yang berkualitas tanpa mengurangi kenyamanan di dalamnya.

Read:  Urus Sertifikat Tanah Dan Bangunan Rumah

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipenuhi saat membangun
green building,
antara lain.

  • Penggunaan air dan sumber daya lainnya harus dilakukan secara efisien.

  • Memanfaatkan energi terbarukan pada bangunan, seperti memasang panel surya dan turbin udara.

  • Langkah-langkah pengurangan polusi dan limbah. Apabila memungkinkan, diperlukan adanya tempat untuk melakukan daur ulang limbah.

  • Mempertimbangkan kualitas hidup penghuni yang ada di dalamnya.

  • Desain bangunan yang dirancang supaya bisa beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

ii. Manfaat Green Building

Green building sangat baik bagi lingkungan. (Foto: Inhabitat)

Green building sangat baik bagi lingkungan. (Foto: Inhabitat)

Green edifice sangat baik bagi lingkungan. (Foto: Inhabitat)

Banyak sekali yang beranggapan bahwa konsep
greenish building
adalah bangunan mewah semata yang terlihat asri, memiliki teknologi tinggi, dan tidak memiliki manfaat apapun. Padahal dalam kenyataannya,
green building
bukanlah sebuah bangunan mewah semata. Konsep bangunan tersebut memiliki banyak manfaat, terutama bagi lingkungan. Berikut ini adalah beberapa contoh manfaat
greenish building
yang perlu Anda ketahui.

1. Meningkatkan Kualitas Hidup

Lingkungan yang nyaman memiliki dampak yang besar bagi kesehatan. Bangunan yang dibuat dengan konsep
greenish building
umumnya dapat memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan tersebut. Mulai dari konsep ruang terbuka untuk meningkatkan pencahayaan yang masuk, tanaman hijau untuk meningkatkan kualitas udara, hingga berbagai fitur ergonomis lain yang bisa memberikan kenyamanan bagi penghuni.

2. Menghemat Sumber Daya Air

Bangunan ramah lingkungan sangat memperhatikan penggunaan dan efisiensi air. Sebagai contoh, penggunaan toilet dengan sistem vakum dapat menghemat penggunaan air pada bangunan. Melansir dari situs SSWM Toolbox, penggunaan toilet dengan sistem vakum hanya memerlukan air sebanyak 0,five sampai 1,5 liter saja. Berbeda dari toilet biasa yang memerlukan sekitar vi liter air untuk sekali penggunaan.

3. Mengurangi Biaya Operasional dan Pemeliharaan Bangunan

Salah satu manfaat terbesar dari
green building
adalah bisa mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan bangunan. Bangunan dibuat dengan menggunakan kualitas yang baik, sehingga kualitasnya bisa tetap baik dalam waktu yang lama.

Green building
yang dipasangkan panel surya dapat mengurangi penggunaan daya listrik hingga 10% setiap harinya, hal ini tentu akan berdampak besar terhadap biaya operasional bulanan dari bangunan.

iv. Mengurangi Jejak Karbon dalam Langkah untuk Menyelamatkan Lingkungan

Seperti yang disebutkan oleh
Environmental Protection Agency
(EPA), bangunan berkontribusi terhadap 30% dari emisi karbon yang ada di dunia.
Green building
dibuat semaksimal mungkin supaya bisa mengurangi emisi karbon yang ada. Dalam konsepnya, bangunan perlu memiliki ruang hijau vertikal sebagai salah satu bentuk untuk mengurangi polusi dan emisi di udara.

Read:  Contoh Realisasi Anggaran Pembangunan Rumah

5. Bangunan Bisa Digunakan dalam Waktu yang Lama

Penggunaan material konstruksi yang berkualitas membuat bangunan bisa bertahan lama dan lebih tahan terhadap perubahan yang ada. Beberapa
green building
juga menerapkan supaya bangunan bisa terus berkembang, layaknya seperti rumah tumbuh.

Tip Rumah

Untuk mewujudkan hunian yang ramah lingkungan, Anda bisa mencari material bangunan yang aman dan terbebas dari kandungan asbes.

3. Penerapan Green Building di Indonesia

 Di Indonesia, sudah terdapat beberapa bangunan yang menerapkan konsep green building. (Foto: Telegraf)

Di Indonesia, sudah terdapat beberapa bangunan yang menerapkan konsep greenish building. (Foto: Telegraf)

Di Indonesia, sudah terdapat beberapa bangunan yang menerapkan konsep light-green edifice. (Foto: Telegraf)

Di Indonesia, penerapan konsep
greenish building
sudah semakin berkembang. Bangunan yang memiliki konsep ini sudah mulai banyak digunakan untuk kantor, apartemen, hingga pusat perbelanjaan. Melansir dari situs What’s New Indonesia, berikut ini adalah beberapa bangunan yang menerapkan konsep
greenish building
di Indonesia.

1. Sequis Middle

Sequis Center dibangun pada tahun 1980, gedung perkantoran ini telah berhasil direnovasi supaya bisa menjadi lebih hemat energi. Sejak bangunan ini menerapkan konsep
green building,
Sequis Center bisa menghemat penggunaan listrik dan air hingga 28% dari sebelumnya. Bangunan ini juga sudah menerapkan sistem pengolahan dan daur ulang limbah yang efisien.

two. Menara BCA

Menara BCA merupakan salah satu
green edifice
di Indonesia yang berhasil mendapatkan sertifikasi bangunan hijau terbaik. Gedung pencakar langit ini berhasil mendapatkan sertifikasi Greenship EB Platinum dalam kategori tertinggi karena sukses dalam menerapkan metode efisien untuk menghemat penggunaan air dan energi listrik.

three. Alamanda Tower

Alamanda Tower adalah gedung 30 lantai yang telah memperoleh penghargaan ‘Greenship Platinum’ yang dikeluarkan oleh Dark-green Council Building Indonesia (GBCI). Di dalam gedung ramah lingkungan ini terdapat sistem pengolahan dan daur ulang air, sistem ventilasi dan pencahayaan yang baik dan mampu untuk mengurangi masuknya paparan sinar
ultraviolet
ke dalam gedung, hingga penggunaan lampu LED pada seluruh bagian bangunan.

Read:  Bangun Rumah 2 Kamar Dengan Biaya Murah

4. Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum

Gedung Utama Kementerian Pekerjaan umum adalah salah satu gedung resmi milik pemerintah pertama yang berhasil meraih sertifikasi GBCI dalam standar platinum. Bangunan ini menerapkan konsep
dark-green building
seperti sensor lampu otomatis, sistem daur ulang air, hingga penggunaan jendela berukuran besar supaya cahaya matahari bisa masuk secara alami. Penerapan konsep ramah lingkungan ini berhasil mengurangi penggunaan energi dan air masing-masing sebanyak 44% dan 81%.

5. Pacific Place Mall

Mall Pacific Place merupakan salah satu pusat perbelanjaan besar pertama yang mengadopsi konsep
dark-green building.
Mall ini berhasil mendapatkan sertifikasi GBCI dengan menerapkan sistem daur ulang air, penghematan listrik dengan menggunakan lampu LED dan pemasangan sensor lampu, hingga penanaman berbagai tanaman untuk menciptakan suasana hijau yang indah.

4. Green Building Council Indonesia

Green Building Council Indonesia melakukan sosialisasi supaya bisa mewujudkan konsep green building di Indonesia. (Foto: Pexels - Francesco Ungaro)

Green Edifice Council Indonesia melakukan sosialisasi supaya bisa mewujudkan konsep green building di Republic of indonesia. (Foto: Pexels – Francesco Ungaro)

Dark-green Building Quango Indonesia melakukan sosialisasi supaya bisa mewujudkan konsep green edifice di Indonesia. (Foto: Pexels – Francesco Ungaro)

Bangunan hijau yang ada di Indonesia mendapatkan penilaian dari sebuah organisasi yang bernama GBCI. Sebenarnya, siapakah GBCI itu? Mengutip langsung dari situs milik GBCI, Green Building Council Indonesia atau disebut sebagai GBCI merupakan sebuah organisasi independen non-pemerintah dan tidak berorientasi profit yang memiliki komitmen untuk mengedukasi dan mewujudkan adanya pembangunan berkelanjutan yang ramah terhadap lingkungan.

GBCI memiliki empat kegiatan utama, yaitu transformasi pasar, edukasi, pendidikan, pelatihan, dan pemberian sertifikasi terhadap
greenish edifice
melalui sebuah program penilaian yang bernama Greenship. Program sertifikasi tersebut dikeluarkan dengan adanya sebuah kerjasama dengan organisasi independen lainnya.

Sistem penilaian yang dilakukan untuk bisa mendapatkan sertifikasi Greenship cukup beragam. Berikut ini adalah beberapa contoh kriteria penilaian yang akan dihitung.

  • Pengembangan Situs yang Sesuai.

  • Efisiensi dan Konservasi Energi.

  • Penghematan Air.

  • Penggunaan Material Konstruksi dan Siklus Material.

  • Kesehatan dan Kenyamanan Interior Bangunan.

  • Sistem Pengelolaan Bangunan.

Nah,
itulah pembahasan mengenai konsep
greenish building,
manfaat dan penerapannya. Semoga dengan adanya artikel ini bisa mengajak Anda untuk ikut serta dalam mewujudkan hunian yang ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian alam yang kita tinggali.

Jangan bingung! Cek video yang informatif berikut ini untuk mempelajari biaya apa saja yang perlu Anda siapkan jika membeli apartemen!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di
Daftar
Properti
dan
Panduan Referensi
seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Kenapa Kita Harus Membangun Green Building Untuk Rumah

Source: https://id.berita.yahoo.com/memahami-konsep-green-building-manfaat-020202741.html

Check Also

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bangunan Tahun 2020 File Sofcopy Dalam …