Fungsi Google Play Service Untuk Gojek

Fungsi Google Play Service Untuk Gojek

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

PT Gojek Indonesia

Nama dagang

Gojek

Macam

Perusahaan swasta
Pabrik Teknologi informasi
Transportasi
Didirikan 5 Oktober 2009
Pendiri
  • Nadiem Makarim
  • Kevin Aluwi
  • Michaelangelo Moran
Jawatan
pusat


Indonesia

Jakarta, Indonesia

Wilayah aksi



 Indonesia


 Thailand


 Vietnam[1]



 Singapura


 Filipina

Tokoh
resep

  • Kevin Aluwi
    (CEO)
  • Antoine de Carbonnel
    (CCO)
  • Severan Rault
    (CTO)
Pemilik GoTo
Situs web www.gojek.com

Gojek
(ditulis bergaya sebagai
goȷek, sebelumnya ditulis
GO-JEK) merupakan sebuah firma teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melampaui jasa ojek. Firma ini didirikan plong tahun 2009 di Jakarta maka dari itu Nadiem Makarim.[3]
[4]
Ketika ini, Gojek sudah lalu tersaji di 50 kota di Indonesia.[1]
Hingga bulan Juni 2016, aplikasi Gojek sudah diunduh sebanyak intim 10 juta mungkin di Google Play sreg sistem operasi Android,[5]
dan telah tersedia di App Store. Gojek kembali mempunyai layanan pembayaran digital yang bernama Gopay. Selain di Indonesia, layanan Gojek kini telah tersedia di Vietnam dan Singapura.

Sreg 17 Mei 2021, Tokopedia dan Gojek mengumumkan konvensional merger dan takhlik Grup GoTo.[6]
Stempel GoTo sendiri berasal terbit singkatan Gojek dan Tokopedia dan sekali lagi berusul dari kata sanggang-royong.[7]

Rekaman

Gojek didirikan maka itu Nadiem Makarim, warga negara Indonesia eks Master of Business Administration mulai sejak Harvard Business School. Ide mendirikan Gojek muncul berusul asam garam pribadi Nadiem Makarim menggunakan transportasi ojek hampir setiap hari ke panggung kerjanya bakal menembus kemacetan di Jakarta.[8]
Saat itu, Nadiem masih berkreasi sebagai Co-Founder dan Managing Director Zalora Indonesia dan Chief Innovation Officer Kartuku.[9]

Seumpama seseorang yang selalu menggunakan transportasi ojek, Nadiem melihat ternyata sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh sopir ojek hanyalah sekadar mangkal menunggu penumpang. Sedangkan, pengemudi ojek akan mendapatkan penghasilan bertambah banyak bila terus mencari penumpang. Selain itu, ia mengaram ketersediaan macam transportasi ini tidak sebanyak transportasi lainnya sehingga berkali-kali memadai selit belit kerjakan dicari. Ia mengangankan ojek yang dapat ada setiap saat dibutuhkan. Bermula pengalamannya tersebut, Nadiem Makarim mengawasi adanya peluang bakal takhlik sebuah layanan nan dapat mencantumkan penumpang dengan penyetir ojek.[10]

Pada tanggal 5 Oktober 2009, Gojek lazim berdiri dengan 20 hamba allah penyetir. Lega ketika itu, Gojek masih mengandalkan call center untuk menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek. Pada pertengahan 2014, berkat popularitas Uber kala itu, Nadiem Makarim berangkat mendapatkan tawaran investasi. Pada tanggal 7 Januari 2015, Gojek kesudahannya meluncurkan aplikasi berbasis Android dan iOS cak bagi menggantikan sistem pemesanan memperalat call center.[11]

Pendanaan

Gojek mula-mula bisa jadi mendapatkan kucuran dana dari NSI Ventures sreg Juni 2015 dengan jumlah dana yang enggak dipublikasikan.[12]
Pada Oktober 2015, Gojek kembali mendapatkan cucuran dana.[12]
Kali ini terbit Sequoia Capital dan DST Global yang sekali lagi lain disebutkan jumlahnya.

Pada Agustus 2016, Gojek secara protokoler mengumumkan pendanaan senilai US$550 juta ataupun seputar Rp7,2 triliun dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Markets dan penanam modal-investor sebelumnya.[13]
[14]
Dengan adanya pendanaan tersebut, Gojek protokoler berstatus sebagai unicorn pertama di Indonesia, yaitu startup dengan valuasi kian dari US$1 miliar. Bilamana itu, valuasi Gojek sudah mengaras US$1,3 miliar (selingkung Rp17 triliun).[15]

Pada Januari 2018, Google melalui situs blog resminya mengumumkan bahwa mereka telah memberikan penanaman modal bikin Gojek.[16]
[17]
Ini adalah pendanaan pertama Google kepada startup di Asia.[18]
Kucuran dana tersebut yakni bagian dari seri pemodalan nan diikuti oleh Tencent, JD, Temasek, dan Meituan-Dianping nan menyentuh angka US$1,2 miliar (sekeliling Rp16 triliun). Dalam pengumumannya, Google enggak merinci total jumlah investasinya kepada Gojek namun sebuah sumber berusul Reuters menyebutkan totalnya sekitar 100 miliun dollar AS (sekitar 1,3 triliun).[18]
[19]

Tidak lama setelah Google, plong 12 Februari 2018 Astra Internasional yang ialah keseleo suatu perusahaan otomotif kebangsaan mengumumkan investasinya kepada Gojek senilai US$ 150 juta alias sekitar Rp2 triliun.[20]
Suntikan dana tersebut merupakan pemodalan terbesar sepanjang album Astra di sektor digital.[21]
Pada hari yang sejajar, Djarum Group melalui PT Mendunia Digital Niaga (GDN) yang yakni momongan usaha firma modal ventura Mondial Digital Prima (GDP) hak Djarum, juga mengumumkan investasinya kepada Gojek. Privat informasi tersebut. GDN tidak bersedia mengungkapkan berapa dana yang mereka investasikan ke Gojek.[22]

Pada Juni 2020, Facebook dan PayPal turut berpartisipasi memasrahkan pendanaan untuk Gojek.[23]

Akuisisi dan investasi

Privat upaya melakukan ekspansi aplikasinya, Gojek mengakuisisi beberapa perusahaan di India dan menyibakkan kantor di Bengaluru, sebuah daerah yang terkenal bak “Silicon Valley nya India”.[24]
Korespondensi Gojek dengan India bermula lega April 2015, ketika Gojek menyewa C42 Engineering, sebuah perusahaan persekongkolan perangkat lunak selama dua bulan di Jakarta untuk membereskan kekutu (bug) dalam aplikasi mereka.[24]
Hubungan ini tercipta berbintang terang Sequoia Capital yang merupakan salah satu investor Gojek.

Februari 2016, Gojek akhirnya mengakuisisi C42 Engineering beserta CodeIgnition, perusahaan pengembangan aplikasi di New Delhi yang sebelumnya pun pernah berkarya untuk Gojek.[25]
Kedua firma teknologi ini ditugaskan kontributif meningkatkatkan sistem IT untuk menanggulangi jumlah pengguna yang semakin banyak.[26]
Bilamana itu, pertumbuhan Gojek melaju dengan cepat. Jumlah pengunduh aplikasinya mencapai 11 juta dengan 200 mili juru mudi Gojek. Pada hari yang ekuivalen, tepatnya pada September 2016 Gojek mengakusisi Pianta, sebuah startup tempatan di India yang menyenggangkan layanan kesehatan seperti mana terapi tubuh, paramedis, hingga pengumpulan percontoh cak bagi pemeriksaan di laboratorium.[27]
Menutup periode 2016, Gojek mengakuisisi startup keempatnya di India yaitu LeftShift, perusahaan nan bergerak di rataan petisi Android, iOS, dan situs internet.[28]

Gojek tidak ingin nangkring semata-mata perumpamaan perusahaan transportasi berbasis daring, namun berubah bentuk sebagai sebuah perusahaan financial technology (fintech) melalui GoPay.[29]
Pada akhir perian 2016 Gojek mengakuisisi Ponselpay, sebuah perusahaan finansial milik MVComerce yang telah memiliki lisensi uang elektronik (e-money) bersumber Bank Indonesia.[30]
Gojek membutuhkan lisensi tersebut guna meluaskan GoPay yang sudah lalu mereka kembangkan untuk menjadi e-money.[31]
[32]

Pada 15 Desember 2017, Gojek mengumumkan akuisisinya terhadap tiga perusahaan financial technology adalah Kartuku, Midtrans, dan Mapan lakukan membantu ekspansi GoPay di asing ekosistem Gojek.[33]
Kartuku merupakan sebuah perusahaan Pemroses Pihak Ketiga maupun Third Party Processor (TPP) dan Fasilitator Layanan Pembayaran (PSP).[34]
Kartuku yang sudah lalu mengoperasikan bertambah dari 150 mili alat pembayaran di gerai luring (offline) dan sudah bekerjasama dengan sembilan bank acquirer ini, akan difokuskan lakukan ekspansi pemakaian GoPay secara luring.[35]

Midtrans adalah keseleo satu perusahaan fasilitator jasa pemrosesan pembayaran secara daring nan sudah menjalin kemitraan dengan bank-bank di Indonesia, maskapai penerbangan, retail e-commerce dan firma-firma fintech.[36]
Sementara Mapan adalah jaringan layanan keuangan berbasis komunitas nan memungkinkan penggunanya mencicil barang yang mereka ingin beli dalam katalog barang Arisan Mapan.[34]
[36]
Mapan nan mutakadim terhidang di 100 kota tersebut difokuskan makanya Gojek buat mengakselerasi inklusi keuangan bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan (unbanked).[37]

Pada 8 Agustus 2017, Gojek mengakuisisi LOKET, sebuah perusahaan yang bersirkulasi di permukaan
event management & ticketing.[38]
LOKET menghadirkan layanan pemesanan tiket secara daring, sebatas menyediakan gelang RFID untuk pelawat acara.[39]
Awalan ini diambil Gojek bagi mendorong kronologi fitur penjualan tiket film dan programa nan sudah mereka miliki melalui GO-TIX.[39]

Pada waktu 2018, setelah sukses berekspansi ke Vietnam Gojek memperluas jaringan bisnisnya ke sektor periklanan. Kali ini, Gojek mengakuisisi Promogo, sebuah layanan pemasangan iklan di kendaraan pada September 2018.[40]
[41]
Pada waktu 2018 pula tepatnya puas rembulan Agustus, Gojek mengkonfirmasi kehadiran Goventures yang merupakan unit permodalan dari Gojek.[42]
Peristiwa ini begitu juga segala yang dilakukan oleh pesaing terdekatnya, Grab, yang telah memiliki Grab Ventures. Pasca mengiklankan kehadiran Goventures, Gojek menjatah suntikan dana kepada Kumparan, sebuah startup media daring yang merembah sejak tahun 2016 dengan poin investasi yang tidak disebutkan.[43]

Januari 2019, Gojek mengakuisisi mayoritas saham Coins.ph, startup fintech asal Filipina senilai US$72 juta ataupun setara dengan Rp1 triliun.[44]
Coins.ph merupakan fintech berbasis blockchain yang mempunyai layanan kantong digital. Mereka telah memiliki makin dari 100 mili merchant yang menerima pembayaran via Coins.ph. Juli 2019, Gojek dikabarkan telah menyuntikkan dana sebesar US$ 5 juta atau sekitar Rp70 miliar sreg
startup
bernama Rebel Foods di India.[45]
Rebel Foods ialah
startup
cloud kitchen” yang menjalankan pengantaran peranakan bersumber beribu-ribu kafetaria.[46]
Pasca mendapatkan injeksi dana berasal Gojek, Rebel Foods lagi dikabarkan akan menyiapkan bisnisnya di Indonesia. Pada September, Gojek mengempoh dana sebesar US$ 3 juta maupun sekitar Rp42 miliar pada perusahaan fintech Pluang yang sebelumnya bernama EmasDigi.[47]

Ekspansi

Lega 24 Mei 2018, Gojek mengumumkan kepastiannya cak bagi melebarkan ke empat negara di Asia Tenggara yaitu Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina. Gojek mengaku menyiapkan dana sebesar USD500 juta atau sekitar Rp7,1 triliun bikin memuluskan langkahnya tersebut.[48]
Sebulan kemudian tepatnya lega 25 Juni 2018, Gojek memopulerkan GO-Viet di Vietnam dan GET di Thailand sebagai bagian terbit ekspansinya.[49]

Selain tidak memperalat nama merek nya seperti mana nan dilakukan Uber atau Grab, Gojek sekali lagi bertambah memintal menggandeng tim lokal kerjakan menjalankan layanannya di luar negeri dan memberi kemujaraban penuh cak bagi menjadwalkan kebijakan sesuai dengan karakteristik masing-masing negara.[50]
Namun, mereka tegar mendapatkan dukungan teknologi, kenyataan operasional, dan penanaman modal dari Gojek. Tentatif itu, kedua perusahaan tersebut berperan memberikan pengetahuan akan halnya kondisi pasar lokal.

Pada 12 September 2018, GoViet secara resmi diluncurkan di Vietnam setelah sebelumnya menginjak beroperasi di Kota Ho Chi Minh sejak 1 Agustus 2018.[51]
[52]
Seleksi Vietnam seumpama negara pertama bermula rancangan ekspansi Gojek bukannya sonder alasan. Negara ini memiliki total penduduk yang sepan samudra yaitu sekeliling 107 juta insan dengan penetrasi internetnya seputar 54%.[53]
[54]
GoViet dipimpin maka itu Duc Nguyen yang pernah bekerja sreg Buru sebagai International Launcher bakal membantu mengerjakan pendalaman pasar, menjalin kemitraan, analitik pasokan, integrasi pemasukan, kekeluargaan publik, dan rekrutmen.[55]

Sesudah sukses di Vietnam dan Thailand, Gojek mulai memasuki pangsa pasar Singapura. Secara jamak, Gojek memulai debutnya di Singapura plong 29 November 2018 internal versi beta di wilayah adv minim yang mencengap Central Business District, Jurong East, Pungol, Ang Mo Kio, dan Sentosa.[56]
Pada 10 Januari 2019, Gojek jamak beroperasi secara global di area Singapura.[57]
Di sana, Gojek tidak menjalankan layanan GoRide lantaran Pemerintah Singapura bukan mengizinkan penggunaan sepeda pemrakarsa kerjakan transportasi umum.[56]
Setakat akhirusanah 2019, Singapura merupakan pasar terbesar kedua Gojek pasca- Indonesia yang menyajikan makin pecah 30 juta perjalanan sejak memasuki negara tersebut.[58]

Kerja sama

Gojek mengumumkan kerja sebanding dengan perusahaan taksi Blue Bird pada Mei 2016.[59]
Melalui kerja sama tersebut, Gojek membuatkan aplikasi untuk pengemudi Blue Bird dan mulai Januari 2017 pengemudi Blue Bird boleh menerima pemesanan berpokok layanan Gocar milik Gojek.[59]
Pada Maret 2017, kedua firma tersebut meningkatkan kerja samanya dengan meluncurkan fitur GO-Blue Bird. Melewati fitur tersebut, pengguna bisa berbarengan memanjar taksi Blue Bird di aplikasi Gojek, tidak akan mendapatkan mitra pengemudi lain seperti ketika melangkaui Gocar. Di Singapura, Gojek juga menganyam kerjasama dengan layanan taksi lokal bernama Trans-Cab.[58]

Pada penghabisan Juli 2019, Gojek mengumumkan kerja seperti mana Astra cak bagi melakukan uji coba motor elektrik sebagai kendaraan sopir Gojek.[60]
Langkah ini diklaim andai dukungan kedua perusahaan untuk kecondongan semangat ramah mileu. Sebelumnya, Gojek dan Astra juga mengiklankan kerja sederajat menciptakan menjadikan layanan GO-Fleet yang menyediakan ki alat hijau, layanan perawatan, hingga perbaikan di bengkel resmi Astra bikin mitra pengemudi Gocar.[61]
GO-Fleet yang berdiri di bawah naungan PT Solusi Mobilitas Nasion ini juga mengamalkan monetisasi melalui iklan plong jasmani ki alat Gocar. Mitra sopir nantinya akan mendapat insentif dari pemasangan iklan ini. Darurat kompetitor utama Gojek, ialah Grab sudah mengerjakan situasi ini sejak sejumlah tahun sebelumnya melampaui kerjasama dengan Stickearn.[62]

Pertukaran identitas

Pada 22 Juli 2019, Gojek meluncurkan logo dan cara penulisan korporasi baru. Ikon barunya, yang dijuluki “Solv”, melambangkan transformasi Gojek dari menjadi layanan ojek daring menjadi aplikasi super yang meluangkan berbagai cara cerdas bakal menyurutkan kerepotan. Sementara itu brand Gojek yang semula ditulis
GO-JEK
diganti dengan
gojek
tetapi tanpa ada tanda penghubung.

Fokus layanan Gojek tak lagi pada kendaraan roda dua. Inilah yang menolak firma itu untuk mengganti logonya. Jika dulu mereka menggunakan logo pengendara otak dengan ikon sinyal di atas helmnya, kini Gojek menggunakan merek nan jauh lebih sederhana.

Logo baru bernama Solv ini digambarkan dengan limbung tak contoh dengan titik pada bagian paruh. Nama Solv koteng diambil berpokok pembukaan “Solve” yang artinya menguasai. Gojek merasa, ini sesuai dengan misi mereka, adalah menjadi “aplikasi super” yang bisa menyelesaikan berbagai problem pelanggan.[63]

Yayasan Anak Nasion Dapat

Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB) yaitu organisasi non-profit nan didirikan oleh Gojek kerjakan kontributif para mitra mereka yang terdampak oleh epidemi COVID-19. Pendanaan cak bagi yayasan yang menginjak beroperasi sreg bulan Maret 2020 ini berpangkal dari sebagian gaji tahunan tim manajemen senior Gojek dan anggaran kenaikan gaji seluruh karyawan Gojek.[64]

Dampak

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rang Demografi Fakultas Ekonomi dan Memikul Universitas Indonesia menyebut Gojek telah memberi kontribusi Rp8,2 triliun sendirisendiri musim bagi perekonomian Indonesia menerobos penghasilan mitra pengemudi. Gojek juga berkontribusi Rp1,7 triliun per tahun kerjakan perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra UMKM. Penggalian nan melibatkan 3.315 responden di 9 wilayah tersebut menunjukkan lazimnya penghasilan mitra sopir mencapai Rp3,31 miliun lebih strata bermula UMK 9 daerah itu yang hanya Rp2,8 juta.[65]

Wilayah layanan

Gojek telah tersedia di Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Thailand secara resmi pada sungkap 25 Juni 2018. Di sebelah lain, Gojek masa ini telah tersedia di 167 kabupaten dan kota di Indonesia,[66]
2 ii kabupaten di Vietnam dan 14 area di Bangkok,[67]
Thailand.

Kontroversi

Menjamurnya penggunaan jasa Gojek membentuk adanya kecemburuan di antara tukang ojek pangkalan. Pada sungkap 9 Juni 2015 seseorang dalam akun Path menuliskan insiden bahwa juru mudi Gojek yang dipesannya diusir oleh tukang ojek pangkalan di Tin, Jakarta Selatan yang tidak songsong rezekinya dirampas.[68]
Dua kali dia memanggil sopir Gojek, dua kali juga penyetir Gojek lari karena takut dipukuli tukang ojek bandar. Akhirnya dia naik ojek pelabuhan dengan tarif jauh makin mahal dibanding tarif sopir Gojek. Sekadar diketahui, tarif ojek Gojek kian pasti karena ditentukan lewat aplikasi sehingga lain perlu sia-sia-menawar.[68]

Kebenaran ojek daring

Munculnya ojek daring bagaikan pelecok satu transportasi umum juga menuai pro dan kontra dari aspek hukum. Secara tradisional, ojek memang sudah menjadi salah satu saringan transportasi awam umum di Indonesia meski keberadaannya tak diakui secara hukum. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Keluar masuk Angkutan Jalan (LLAJ), kendaraan roda dua tidak termasuk seumpama alat angkut transportasi mahajana.[69]
Karena alasan itulah Departemen Asosiasi yang pada saat itu dijabat Ignasius Jonan sempat melarang beroperasinya ojek daring plong 9 November 2015, biar larangan itu doang main-main selama cacat makin 12 jam.[70]

Larangan yang tertuang dalam Sertifikat Pemberitahuan Nomor UM.3012/1/21/Phb/2015 itu serampak mendapatkan unjuk rasa keras dari pengguna ojek daring. Makin semenjak 12 mili anak adam menandatangi permohonan daring kerjakan memprotes kebijakan Kemenhub tersebut.[71]
Presiden Joko Widodo nan mendengar kabar tersebut, memanggil Ignasius Jonan ke Istana. Setelah pemanggilan tersebut, keputusan melarang ojek daring pula dibatalkan.

Tanggapan

Menjamurnya pemakaian layanan Gojek di Jabodetabek membuat perusahaan layanan transportasi pemesanan taksi sumber akar Singapura, Grab, juga turut meluncurkan layanan pemesanan ojek yang bernama GrabBike.[72]
Layanan tersebut diluncurkan lega bulan Mei 2015.[72]

Pustaka

  1. ^


    a




    b




    “Welcoming a fresh start”. Diakses tanggal
    21 Februari
    2018
    .




  2. ^


    a




    b




    “Gojek.com Site Info”.
    Alexa Internet. Amazon.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-08-07. Diakses tanggal
    September 09,
    2020
    .



    Kesalahan pengambilan: Keunggulan
    <ref>
    tak legal; nama “alexa” didefinisikan berulang dengan isi berbeda


  3. ^


    “NADIEM MAKARIM, CEO GO-JEK Indonesia”. New Cities Summit 2015. Diarsipkan semenjak versi kudus copot 2019-07-16. Diakses copot
    20 Juni
    2015
    .





  4. ^


    “Nadiem Makarim, Pembangun Go-Jek nan Sudah Sokong 10 Ribu Sopir Ojek”. Diakses tanggal
    20 Juni
    2015
    .





  5. ^


    “GO-JEK”. Google, Inc. Diakses tanggal
    20 Juni
    2015
    .





  6. ^


    Laucereno, Sylke Febrina. “Gojek-Tokopedia Merger, Ini Jajaran Direksinya”.
    detikfinance
    . Diakses copot
    2021-05-17
    .





  7. ^


    Cak regu. “Asal-usul Nama Goto, Hasil Gojek-Tokopedia Merger”.
    detikinet
    . Diakses rontok
    2021-05-17
    .





  8. ^


    VIVA, PT. VIVA Ki alat BARU – (2016-11-10). “Memoar Nadiem Makarim – VIVA”. Diakses tanggal
    2018-10-03
    .





  9. ^


    Media, Kompas Cyber (2015-07-28). “Nadiem Makarim, Lulusan Harvard yang Kaprikornus Juragan Go-Jek – Kompas.com”.
    KOMPAS.com
    (intern bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2018-10-03
    .





  10. ^


    “Nadiem Makarim, Pendiri dan CEO Gojek Indonesia: Membakar Gairah Usaha Tukang Ojek”.
    Republika Online
    . Diakses tanggal
    2018-10-03
    .





  11. ^


    “Tech in Asia Indonesia – Komunitas Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (n domestik bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2018-10-03
    .




  12. ^


    a




    b




    Liputan6.com. “Seluk Beluk Penjelajahan Gojek Menjadi Startup Unicorn”.
    liputan6.com
    . Diakses tanggal
    2018-10-04
    .





  13. ^


    “Tech in Asia Indonesia – Komunitas Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-04
    .





  14. ^


    “KKR, Warburg Pincus, Farallon and Capital Group Private Markets Make Substantial Investment in GO-JEK, Indonesia’s Leading On-Demand Mobile Tribune” (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-04
    .





  15. ^


    “Tech in Asia Indonesia – Komunitas Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (internal bahasa Inggris). Diakses terlepas
    2018-10-04
    .





  16. ^


    “Google Konfirmasi Investasi di Gojek”.
    Selular.ID
    (dalam bahasa Inggris). 2018-01-29. Diakses tanggal
    2018-10-04
    .





  17. ^


    “Tech in Asia Indonesia – Komunitas Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-04
    .




  18. ^


    a




    b




    Savithri, Agnes. “Google Akui Investasi ke Gojek”.
    teknologi
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-04
    .





  19. ^


    Sarana, Kompas Cyber (2018-01-30). “Berapa Dana Segar nan Diberikan Google untuk Go-Jek? – Kompas.com”.
    KOMPAS.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2018-10-04
    .





  20. ^


    “Mengapa Astra Suntik Gojek Triliunan Ringgit?”.
    Republika Online
    . Diakses rontok
    2018-10-04
    .





  21. ^


    Bosnia, Tito. “Nadiem Makarim: Astra Adalah Penyandang dana Terbesar Go-Jek”.
    fintech
    (internal bahasa Inggris). Diakses copot
    2018-10-04
    .





  22. ^


    Ayuwuragil, Kustin. “Djarum Akui Ikut Suntik Dana ke Gojek”.
    teknologi
    (dalam bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2018-10-04
    .





  23. ^


    “Indonesia’s Gojek bags investment from Facebook, PayPal”.
    Nikkei Mendapat habuan Review
    (intern bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2020-06-04
    .




  24. ^


    a




    b




    Mohan, Rohini. “Go-Jek, Karya Anak Bangsa Blasteran India – Tirto.ID”.
    tirto.id
    . Diakses copot
    2018-10-05
    .





  25. ^


    “Tech in Asia Indonesia – Peguyuban Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (internal bahasa Inggris). Diakses copot
    2018-10-05
    .





  26. ^


    Prihadi, Susetyo Dwi. “Perbaiki Sistem IT, Gojek Akuisisi Startup Asal India”.
    teknologi
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-05
    .





  27. ^


    “Tech in Asia Indonesia – Komunitas Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-05
    .





  28. ^


    Liputan6.com. “Go-Jek Juga Akuisisi Perusahaan Sumber akar India”.
    liputan6.com
    . Diakses tanggal
    2018-10-05
    .





  29. ^


    Andreas, Damianus. “Evolusi Gojek Sebagai Fintech Lewat Go-Pay – Tirto.ID”.
    tirto.id
    . Diakses tanggal
    2018-10-05
    .





  30. ^


    “Sehabis Pianta & Halodoc, Go-Jek Gandeng PonselPay”.
    SWA.co.id
    (dalam bahasa Inggris). 2016-10-25. Diakses tanggal
    2018-10-06
    .





  31. ^


    “Tech in Asia Indonesia – Komunitas Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2018-10-06
    .





  32. ^


    “Sesudah Pianta & Halodoc, Gojek Gandeng PonselPay”.
    SWA.co.id
    (dalam bahasa Inggris). 2016-10-25. Diakses tanggal
    2018-10-06
    .





  33. ^


    “Tech in Asia Indonesia – Komunitas Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (n domestik bahasa Inggris). Diakses rontok
    2018-10-05
    .




  34. ^


    a




    b




    Ayuwuragil, Kustin. “Mengenal Sekilas 3 Firma Fintech yang Dicaplok Gojek”.
    teknologi
    (internal bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2018-10-05
    .





  35. ^


    Ayuwuragil, Kustin. “Perkuat Gopay, Gojek Caplok Kartuku, Midtrans dan Mapan”.
    teknologi
    (dalam bahasa Inggris). Diakses sungkap
    2018-10-05
    .




  36. ^


    a




    b




    Kendaraan, Kompas Cyber (2017-12-18). “Menilik Tiga Fintech yang Diakuisisi Go-Pay – Kompas.com”.
    KOMPAS.com
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-05
    .





  37. ^


    “Dari Penyetoran ke Arisan, Ini Biografi 3 Fintech yang Diakuisisi GoJek – Katadata News”. Diakses tanggal
    2018-10-05
    .





  38. ^


    “Go-Jek Masukan Loket, Perkuat Bisnis Ticketing dan Event”.
    marketeers.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses terlepas
    2018-10-06
    .




  39. ^


    a




    b




    “Tech in Asia Indonesia – Komunitas Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-06
    .





  40. ^


    Media, Kompas Cyber (2018-09-19). “Go-Jek Pemerolehan Promogo, Hadirkan 2 Layanan Baru Go-Ice dan Go-Vend – Kompas.com”.
    KOMPAS.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-06
    .





  41. ^


    “Go-Jek Akuisisi Promogo, Startup Penyedia Iklan di Otomobil dan Motor”.
    kumparan
    . Diakses rontok
    2018-10-06
    .





  42. ^


    “GO-JEK Konfirmasi Kedatangan GO-Ventures”.
    dailysocial.id
    (dalam bahasa Inggris). Diakses rontok
    2019-01-21
    .





  43. ^


    “Indonesia’s Go-Jek invests in online wahana startup as part of expansion”.
    Reuters
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-09-3.





  44. ^


    “Gojek Perolehan Fintech Filipina Senilai Rp1 Triliun”.
    teknologi
    (n domestik bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2019-01-21
    .





  45. ^


    “Gojek Investasi Rp 70 M di Startup Restoran Delivery Rebel Foods India – Katadata News”.
    katadata.co.id. 2019-07-09. Diakses tanggal
    2019-10-21
    .





  46. ^


    “Bersama Gojek, Startup “Cloud Kitchen” Asal India Rebel Foods Siapkan Debut di Indonesia”.
    dailysocial.id
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2019-10-21
    .





  47. ^


    “Disuntik Gojek Rp42 Miliar, Fintech Pluang Buat Barang Investasi Valas – Katadata News”.
    katadata.co.id. 2019-09-18. Diakses tanggal
    2019-10-21
    .





  48. ^


    “Tech in Asia Indonesia – Peguyuban Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-08
    .





  49. ^


    “Tech in Asia Indonesia – Peguyuban Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (internal bahasa Inggris). Diakses rontok
    2018-10-08
    .





  50. ^


    JNP. “Ganti Nama Jadi Go-Viet & GET, Gojek Lakukan Pendekatan Tempatan”.
    teknologi
    (intern bahasa Inggris). Diakses terlepas
    2018-10-08
    .





  51. ^


    Andreas, Damianus. “Go-Jek Resmi Luncurkan Go-Viet di Vietnam – Tirto.ID”.
    tirto.id
    . Diakses tanggal
    2018-10-08
    .





  52. ^


    Times, IDN. “Go-Jek Resmi Mengembangkan ke Vietnam”.
    IDN Times
    . Diakses sungkap
    2018-10-08
    .





  53. ^


    Rahman, Adi Fida. “Alasan Go-Jek Ekspansi ke Vietnam dan Pakai Stempel Go-Viet”.
    detikinet
    (kerumahtanggaan bahasa Inggris). Diakses terlepas
    2018-11-14
    .





  54. ^


    “Great potential to help Vietnam realise its digital economy dream” (internal bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-11-14
    .





  55. ^


    “Biografi Nguyen Vu Duc – CEO GO-VIET yang Lulusan Harvard – SEPOSITIF”.
    SEPOSITIF. 2018-09-24. Diakses tanggal
    2018-11-14
    .




  56. ^


    a




    b




    Sarana, Kompas Cyber (2018-11-29). “Go-Jek Meluncur di Singapura”.
    KOMPAS.com
    . Diakses tanggal
    2019-01-21
    .





  57. ^

    https://dunia.tempo.co/read/1163929/resmi-beroperasi-seluruh-negeri-singapura-gojek-tebar-diskon/full&view=ok
  58. ^


    a




    b




    “Tech in Asia Indonesia – Peguyuban Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2019-12-04
    .




  59. ^


    a




    b




    “Go-Jek dan Blue Bird Kooperasi Luncurkan ‘Go Blue Bird“.
    kumparan
    . Diakses tanggal
    2018-10-06
    .





  60. ^


    Andika, M. Luthfi. “PCX Listrik Buah Kerja sama Astra-Gojek”.
    detikoto
    (intern bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2019-08-01
    .





  61. ^


    “GOFLEET, Solusi Mobilitas Roda Empat Masa Kini – Katadata News”.
    katadata.co.id. 2019-07-22. Diakses rontok
    2019-08-01
    .





  62. ^


    “Tech in Asia Indonesia – Komunitas Online Startup di Asia”.
    id.techinasia.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2019-08-01
    .





  63. ^


    Amalia, Ichlasa (2019-06-23). “Mengawasi Makna Solv, Logo Baru GoJek”.
    Medcom.id
    . Diakses tanggal
    2020-05-10
    .





  64. ^


    The Jakarta Post. “Gojek bosses give up 25% of annual salary for drivers, partners as COVID-19 deals blow”.
    The Jakarta Post
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2020-06-04
    .





  65. ^


    Andreas, Damianus. “Go-Jek Sumbang Rp8,2 Triliun Per Tahun ke Perekonomian Indonesia – Tirto.ID”.
    tirto.id
    . Diakses tanggal
    2018-10-06
    .





  66. ^


    “Sekarang GO-JEK Hadir di 167 Kota dan Kabupaten Indonesia”. Diakses tanggal
    2019-17-26
    .





  67. ^


    Lum, Ka. “Go-Jek’s Thai affiliate GET expands services to 14 Bangkok districts”.
    dealstreetasia.com
    (intern bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2019-17-26
    .




  68. ^


    a




    b




    “Pengemudinya Diteror, Ini Tanggapan Go-jek”. Diakses copot
    20 Juni
    2015
    .





  69. ^


    Prasetya, Eko. “Sah, Menteri Jonan larang ojek dan taksi online beroperasi!”.
    merdeka.com
    (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-12
    .





  70. ^


    Aliansyah, Muhamad Agil. “Drama 12 jam larangan ojek online Menteri Jonan”.
    merdeka.com
    (privat bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-12
    .





  71. ^


    Kusumawati, Utami Diah. “12 Mili Lebih Orang Bawa Petisi Sorong Tabu Ojek Daring”.
    kebangsaan
    (privat bahasa Inggris). Diakses tanggal
    2018-10-12
    .




  72. ^


    a




    b




    “GrabTaxi perkenalkan layanan booking ojek GrabBike di Jakarta”. Diakses tanggal
    20 Juni
    2015
    .




Pranala luar


  • Situs web baku
  • Gojek
    di iTunes Preview
  • Gojek di Facebook
  • Gojek di Twitter



Fungsi Google Play Service Untuk Gojek

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Gojek

Read:  Cara Menghapus Kontak Di Hp Oppo

You May Also Like