Jamiah Bung Hatta

Menuju Perserikatan Berkelas Dunia

Bg Universitas Bung Hatta


Selasa, 19 April 2005


Keteknikan

Teknologi Butir-butir Dalam Dunia Pendidikan

Sirkuit manifesto telah mengubah sistem komunikasi dunia dewasa ini, sebaran jaringan informasi yang tersimpan dalam internet membuktikan bahwa waktu ini bumi makin sempit, tidak ada pun senggat-senggat geografis yang menghalangi kita lakukan berinteraksi dengan mayapada global. Akses ke dunia global pun menjadi lewat mudah, efisien, dan luwes.

Kemudahan itu ialah salah suatu manfaat yang didapatkan semenjak globalisasi yang mengikutsertakan integrasi di bermacam-macam bidang di antarannya pendidikan dan teknologi. Sumbangsih pemikiran bermula dunia pendidikan telah beranak pemodernan di barang apa satah kehidupan awam bumi detik ini. Bersambung dengan peristiwa itu, keberadaan teknologi mutakadim meningkatkan kualitas dan keampuhan pendidikan itu seorang. sebagaimana empat pilar pendidikan yang di cetuskan oleh Unesco antara lain
learning to know, learning to do, learning to be, dan
learning together.

Imbas globalisasi yang merasuki segala lini nasib bangsa di seluruh bumi sudah lalu melahirkan berjenis-jenis pandangan berperspektif baru. Sebagai contoh, apabila plong masa sebelum ini maupun era perang anyep, perspektif dunia ialah pemihakan blok, Blok barat maupun Blok timur, maka perspektif marcapada pada era kesejagatan adalah integrasi; dan sistem dunia juga dilambangkan dengan World Wide Web (WWW), yang mudah dijumpai di dalam penulisan alamat situs internet. Aliran globalisasi telah memunculkan perspektif baru pendidikan. Strategi pendidikan dari pendidikan berhadapan yang normal kini berubah ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Pendidikan di waktu depan akan lebih dioptimalkan oleh jaringan informasi nan memungkinkan interaksi dan kolaborasi. Pemanfaatan jaringan informasi mutakadim terbukti keutamaan serta benefitnya untuk umum. Dengan demikian, masuknya pengaruh globalisasi mutakadim memungkirkan pendidikan kita sehingga lebih berperangai jejaring, terbuka dan interaktif, beragam, multidisiplin, serta mendekati produktivitas kerja “saat itu juga” just on time dan kompetitif.(Wiryana I.M 2001)

Hadirin yang saya hormati!

A. Perkembangan Pendidikan tahun Depan

Kecenderungan pendidikan Indonesia di masa mendatang merupakan makin berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus pemblajaran jarak jauh (distance learning). Kini distance learning masih dibatasi lakukan perhimpunan terbuka (UT). Oleh karena itu, ampunan manajemen pendidikan jarak jauh perlu diubah kendati kerja setolok jagat rat dan pendedahan jarak jauh boleh dilakukan oleh semua institusi yang berdedikasi.

Penyelenggaraan pendidikan membengang jarak jauh terlazim dijadikan sebagai salah satu ketatanegaraan terdahulu nan Implementasinya dapat dilakukan bersama antar bentuk pendidikan dalam sebuah jaringan. Bibliotek dan instrument pendidikan lainnya (guru, makmal) berubah fungsi menjadi sumber informasi terbit pada rak trik. Kemudian, pangkat pembukaan teknologi informasi ke daerah dilakukan dengan pola cross subsidi (subsidi silang).

Pendayagunaan gawai teknologi informasi interaktif seperti CD room, multimedia, dalam pendidikan secara lambat-laun mewakili tv dan video. Nan makin menarik pula, dengan adanya teknologi mualamat dan internet, ilmu pengetahuan tidak lagi tergabung pada balai-balai sekolah formal. Seseorang akan dengan mudah memperoleh embaran bermula mana saja. Situasi ini yakni tantangan bontot bagi manjapada pendidikan halal.

Dengan demikian dalam dunia pendidikan di masa mendatang akan terjadi beberapa perubahan komplet mendasar, khususnya yang disebabkan oleh permintaan teknologi maklumat yang menpercepat transfer ilmu proklamasi. Pergeseran abstrak tersebut di antarannya merupakan:

Pertama, distributed knowledge (makrifat yang terdistribusi), yang berjasa bahwa nantinya proklamasi tidak lagi terpusat di lembaga pendidikan formal akan saja terdistribusi di segala penjuru mayapada, dan dahulu mendukung cak bagi long life learning (pembelajaran sepanjang hidup ). Oleh karena itu, batasan roh tidak akan menjadi kendala lagi bakal membiasakan normal, masyarakat enggak akan menilai seseorang semenjak ijazah yang dimilikinya. Performance dan kemampuan profesional akan menentukan karir seseorang.

Kedua, resource sharing (berbagi sendang). Penjelasan untuk hal ini mencangam kemampuan kerjakan memproduksi informasi dan pengetahuan serta melakukan resource sharing yang bertumpu pada teknologi kabar, yang lega akhirnya akan lampau menguntungkan penggubah pengumuman dan masyarakat pada galibnya.

Ketiga, collective wisdom (kebijaksanaan kolektif). Kerumahtanggaan situasi ini, guru tidak memiliki jawaban bagi segala situasi. Temperatur menjadi mediator, dalam kelompok menjadi berjasa dalam membangun kenyataan. Makanya karena itu, learning based (pembelajaran) lebih menonjol dari pada teaching based (indoktrinasi).

Keempat, training for trainer (pelatihan) menjadi sangat utama sekali bagi tetap menjaga kemampuan dosen ibarat mediator kerumahtanggaan ketiga proses utama yang di emban dalam manjapada pendidikan (tridharma perguruan tinggi), yaitu : pendidikan, pengkajian dan pengabdian kepada mahajana.

Kelima, publik dan mayapada professional nan alhasil akan memberikan penilaian (audit dan akreditasi) terhadap kemampuan seseorang. Oleh karena itu, ijazah sekolah belum tentu menjamin kemampuan seseorang.

Keenam, proses alterasi budaya. Budaya nan lemah dan pasif akan dipengaruhi makanya budaya yang kuat dan garang, adat membaca yang tinggi, kemampuan menyerap ilmu dan pengetahuan yang banyak dan cepat, terbukanya plural pintasan, bahkan selalu berusaha mengejar kejadian-hal bau kencur, sikap hidup yang berdimensi lokal, kebangsaan dan global, mampu memprediksi dan merencanakan masa depan, teknologi yang senantiasa berkembang dan digunakan.

[newpage]
Hadirin yang saya hormati!

Di era globalisasi ini, perpanjangan pendidikan secara linear dan sah (dengan studi structural sreg dunia pendidikan) akan mahal. Permohonan teknologi informasi menjanjikan alternatif buat melewati hambatan pendekatan lumrah (dengan penekanan sreg transisi fungsi lembaga pendidikan). akan tetapi, terlazim dianut pola subsidi silang untuk awam distrik nan adv minim berkecukupan.

Dengan demikian, sistem pendidikan tersebut bukan akan menindas kaum miskin sebagaimana nan dikhawatirkan banyak orang, yang menyatakan bahwa lembaga pendidikan bertamadun sesungguhnya mengabdi pada kepentingan pemilik modal dan bukan sarana bagi suku bangsa tertindas. Lega kesannya, teknologi informasi sudah seharusnya diusulkan bagi mendukung proses transformasi bangsa Indonesia seyogiannya mendasari makrifat masyarakat.

Teknologi pesiaran saat ini ini berkembang sedemikian pesatnya sehingga diperlukan antisipasi bakal perancangan sistem mualamat dimasa cak bertengger. Teknologi komputer jinjing misalnya detik ini mutakadim berkembang sedemikian jauh sehingga memasuki teori-teori yang sebelumnya lain pergaulan terbayangkan. Fungsi-fungsi dan fasilitas-fasilitas komputer yang diberikan momen ini mungkin doang susunan dibayangkan maka itu sejumlah orang saja beberapa tahun nan lalu.

Jika bilang hari yang lalu konsiderasi dan pemilihan teknologi manifesto yakni belaka podium perlengkapan keras yang murah dan basis aplikasi nan awet, maka saat ini factor-faktor bukan yang makin komplek berangkat unjuk. konektivitas dan kebebasan berkembang menginjak bintang sartan faktor penentu intern mengidas teknologi siaran yang sesuai dan mampu mengantisipasi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Peristiwa itu disebabkan makanya sebagian samudra konsumen saat ini yang umumnya sudah pernah menjalani perkembangan yang panjang kerumahtanggaan pertukaran implementasi sistem permakluman. Perubahan ini biasanya bukanlan pergantian mudah dan murah, melainkan perlintasan yang banyak menimbulkan pergeseran dan membutuhkan mata air resep yang cukup besar.(Wayan Ordiansa 2003)

Hadirin nan berbahagia!

A.1 Kontrol Teknologi Proklamasi Terhadap Perkembangan Dan Implementasi Sistem pendidikan

Kemajuan-keberuntungan teknologi pemberitaan dunia terlampau mempengaruhi rancangan dan implementasi sistem warta pendidikan di masa datang. Yang menjadi soal besar adalah kesiapan para pendidik menggunakan kejayaan tersebut sesuai dengan kondisi bebas yang ada internal mileu pendidikan, Dalam akuisisi teknologi informasi diperlukan pertimbangan-pertimbangan yang menguning agar segala sesuatu yang dirancang ketika ini enggak tunggakan selepas diimplementasikan. Pemilihan sistem yang mengikuti standard internasional adalah pertimbangan penting intern perancangan. Mileu organisasi pendidikan yang besar dan melibatkan babak-fragmen yang beragam tentu akan membawa kearah bagan nan terlampau bervariasi, untuk memenuhi kebutuhan bagian-bagian organisasi yang sangat tinggi variasinya. Ada dua alternatif lakukan menghadapi kesuksesan teknologi siaran yang menghasilkan bermacam rupa spesies produk. Alternatif pertama dengan menerapkan bendera yang harus dipatuhi dalam pembangunan SIM (Sistem Keterangan Penyelenggaraan) pendidikan. Problema dari alternatif ini adalah rumpil menentukan standard mana yang harus diikuti, serta membatasi fleksibelitas pengguna. Namun alternatif ini menguntungkan karena mengurangi ki aib-masalah yang bervariasi. Alternatif kedua yakni membebaskan pengguna mengidas apapun yang akan digunakannya. Alternatif ini akan menimbulkan masalah keruwetan integrasi yang memerlukan sumber gerendel yang tidak murah. Cara terbaik untuk memintasi masalah-masalah yang timbul karena alternatif-alternatif di atas yakni dengan mengikuti umbul-umbul nan memungkinkan integrasi berbagai sistem mudah dilakukan misalnya standart untuk sistem terbuka (open systems). Jaringan komunikasi data yang baik merupakan backbone dari sebuah sistem yang beragam. Jaringan ini harus berkecukupan kontributif berbagai protokol dan melakukan konversi antar protokol. Teknologi Very Small Aperture Terminal (VSAT) nan diperkirakan sudah mampu mewujudkan sambungan mesh antar VSAT ke VSAT (sebelumnya VSAT mendukung topologi star doang) yang dilengkapi dengan konverter protokol merupakan salah satu alternatif lain yang lebih murah adalah dengan menggunakan communication engine yang mampu mengerjakan guna-keistimewaan ini dan hanya menggunakan jaringan telekomunikasi perumpamaan kendaraan transportasi saja. Alternatif ini memungkinkan penyederhanaan jaringan nan mewah menangani dan mengkonversikan berbagai protokol berbarengan membantu tuntutan-permintaan yang memerlukan multipoint link . dalam perancangan sistem jaringan ini juga perlu dipertimbangkan pendayagunaan protokol yang plastis yang membantu bervariasi perangkat keras maupun perangkat lunak . Pemilihan perangkat internasional standard operation (ISO) kali merupakan alternatif nan aman kendatipun sebatas saat ini dukungan penjual sistem komputer buat protokol ISO masih sangat terbatas,(Richardus Eko Indrajit 2000).

Read:  Cara Mengatasi Sistem Ui Tidak Menanggapi

[newpage]
Hadirin yang saya hormati !

B. Perkembangan Lingkungan Komputasi

Pendistribusian sumber siasat komputasi ke meja-meja pengguna dan kebebasan pengguna bagi memilih solusi yang paling optimal bagi membereskan masalah informasinya merupakan tema mewarnai lingkungan komputasi di hari depan. Arsitektur komputasi di kala nanti ini akan bertumpu kepada konsep jaringan peer to peer, distributed computing dan client server architecture . beberapa superior industri komputer jinjing membentuk sebuah serikat yang mendefinisikan Advanced Computing Environment yang bertumpu kepada arsitektur komputasi tersebut di atas ditambah dengan konsep graphical user interface yang melicinkan interaksi antara pengguna dengan sistem komputer. Kemampuan grafis akan menjadi dorong ukur penting kemampuan sebuah arsitekture komputasi karena kemampuan komputasi dari sistem-sistem komputer jinjing sudah lalu sedemikian tingginya sehingga bukan lagi menjadi sebuah masalah. Sistem komputer jinjing dimasa depan juga diwarnai dengan kemampuan mengolah data multimedia (tekstual grafis dan suara) yang menjadi sumber akar bermula permohonan-permohonan document centric. Pengguna berinteraksi menggunakan graphical user interface, sedangkan virtual reality menganimasikan interaksi dan informasi yang dihasilkan sistem komputer kepada pengguna,(Otomo,B.S.D 2002).

Hadirin yang saya muliakan,

B.1 Isu Konektivitas

Komputer-komputer di masa menclok akan terhubung sedemikian eratnya sehingga memungkinkan seorang pengguna akses wara-wara mulai sejak manapun didunia ini tanpa perlu mengetahui lokasi fisik informasi tersebut . cak bagi memungkinkan hal ini maka perangkat keras atau perangkat kepala dingin harus n kepunyaan konektivitas. Konektivitas merupakan isu utama karena kebebasan pengguna untuk menentukan solusi optimal akan menimbulkan heterogenitas perangkat keras maupun perangkat lunak. Isu konektivitas ini dijawab dengan konsep open systems yang mensyaratkan agar semua perangkat komputer mengikuti kaidah-mandu tertentu nan disepakati bersama yang memberikan fasilitas komunikasi antar sistem. Hampir sebagian besar penjual sistem informasi menerapkan tunggul IEEE Posix bagi konektivitas dan portabilitas. Konsep open sistems seorang memungkinkan interoperabilitas disamping konektivitas dan operatabilitas,(Wiryana, I.M 2001),

Hadirin nan saya muliakan,

B.2 Sistem Operasi

Sistem persuasi silam hanyalah merupakan interface antara mileu komputasi dan pemakai, tetapi waktu ini sistem operasi modern sudah menjeput alih sekali lagi dukungan terhadap ekspansi serta wajah aplikasi. Penjual-penjual sistem komputer bahkan menggunakan sistem operasi ini sebagai alat angkut kompetisi, Dan perangkat keras perumpamaan komoditi doang. Sejumlah alas kata anak kunci penting pecah sistem operasi futur adalah multi platform support, easy to use, dan peer – to – peer networking.

Intern lingkungan plural (berjenis-jenis), adanya kemampuan multi tribune support bermula sebuah sistem operasi merupakan kebutuhan, sehingga menempatkan Unix sebagai pelopor terdahulu karna unix momen ini ialah amung sistem persuasi yang memiliki dukungan ini. Beberapa sistem persuasi yang tidak n kepunyaan kemampuan ini memilih untuk mengembangkan kemampuan menyuguhkan client-client dari lingkungan komputasi yang berbeda-beda dengan menerapkan arsitektur client-server.

Berpindahnya sendang daya komputasi ke meja-meja konsumen menuntut agar lingkungan komputasi lebih mudah lakukan digunakan dan mudah diadministrasikan karena macam-varietas pemakai sarana komputasi menjadi menjangkit dan menurun ke pengguna-pengguna biasa yang tak n kepunyaan ilmu informasi komputer jinjing seperti halnya pegawai-pegawai pada sebuah pusat pegolahan data. Easy to use ini mempengaruhi infrastruktur berusul pengembangan sistem manifesto di masa hinggap dan ialah ekspektasi utama dari pengguna sistem. Beberapa macam sistem operasi menggunakan graphical user interface dan beberapa lainnya bahkan mulai memberikan kemampuan multi media (teks grafis dan suara) untuk memuluskan interaksi antara pengguna dan sistem komputer. Sistem operasi multitasking 32 bit yang punya kemampuan manajemen album virtual dan memiliki sistem file yang andal merupakan konsep sistem operasi masa depan. Aklimatisasi ke incaran ( object oriented) yang menyerahkan kemudahan sharing data antar program dan memungkinkan hubungan antar program petisi akan menjadi trend sistem usaha tahun depan. Selain dari pada itu, sistem usaha ini sekali lagi berfungsi andai ki alat pembentukan program-programa baru bersumber onderdil-komponen boncel (applet) yang ialah perwujudan dari objek (enkapsulasi berpunca kode dan data) dalam sistem operasi.

komputer jinjing-komputer di hari depan akan tersambung suatu dengan yang lain demikian eratnya, kemampuan peer-to-peer networking ialah kemampuan yang menunjang konsep distributed computing dan technology client peladen. Kemampuan ini juga memungkinkan akses maklumat dari mana cuma dalam jaringan komputer jinjing minus pengguna memahami lokasi jasad berusul pesiaran tersebut. Dengan demikian pengaman yang mustakim yaitu satu keharusan bagi sistem operasi yang baik.

Teknologi peer-to-peer memungkinkan diterapkannya software agent, yaitu sebuah perlengkapan lunak sakti yang produktif diberi perintah dan memiliki kecerdasan navigasi dalam rimba belantara jaringan komputer jinjing. Koteng yang memerlukan sebuah pengetahuan yang tersimpan dalam jaringan komputer misalnya, bisa memberi perintah kepada agent untuk berjalan menjelajahi jaringan dan mencari informasi yang dibutuhkan tersebut, dan kemudian membawanya juga ke pengguna yang menerimakan perintah kepadanya. Banyak juru mengandaikan bahwa agent akan adalah sebuah onderdil utama berusul sebuah sistem proklamasi masa depan,(Wijaya Hendra 2003).

[newpage]
Hadirin yang saya hormati !

B. 3. Radas Lunak Aplikasi dan Standard User Interface

Fasilitas pemakaian dituntut pengguna tidak hanya terhadap sistem operasi saja, tetapi juga terhadap program aplikasi. User interface duaja seperti commond user acces /system application architecture (CUA/SAA) semenjak IBM/Microsoft adalah transendental-teoretis user interface yang banyak diikuti oleh produsen-penyelenggara organ sabar yang memanfaatkan kemudahan-akomodasi graphical user interface (GUI) secara ekstensif nan didukung oleh sistem operasi. Sanding semua program-acara aplikasi beradab menggunakan GUI sebagai alat angkut interaksi antara pengguna dan program applikasi.

Dukungan sistem propaganda modern pun memungkinkan interaksi dengan pukul rata yang makin jenjang. Beberapa ekspansi dalam teknologi pemrosesan signal menunjukkan bahwa interaksi dengan suara akan boleh diterapkan dengan mudah bilang tahun mendatang. Dengan cara ini pengguna dapat memberikan perintah-perintah kepada sistem komputer dengan menggunakan suara, dan sistem komputer jinjing juga mampu menerimakan jawaban dengan suara seperti pada holodeck yang terdapat pada pesawat USS Enterprice dalam sinema fiksi Star Trek.

Read:  Cara Memperbaiki Sony Xperia Mati Total

Teknologi pemrosesan citra memungkinkan implementasi interaksi grafis. Konsumen dapat sambil mengeluh mesin fax , dan lembar isian atau gambar nan discan sebagai input bermula sebuah program aplikasi. Pemrosesan citra pula menerimakan kemudahan pemanfaatan naskah sebagai input lega pen-based computing. Teknologi ini bersama-setimpal teknologi grafik memungkinkan dikembangkannya virtual reality akan mendapatkan tempat utamanya sreg sistem-sistem nan mendukung petisi kreatif.

Karena kekacauan sistem kabar yang makin meningkat, maka diperlukan sebuah metedologi perancangan dan peluasan sistem informasi yang lebih baik bermula pada metedologi absah. Metedologi beroreantasi objek (objeck oriented) adalah salah satu alternatif untuk keperluan ini karena kelebihan-kemujaraban yang dimilikinya. Metode spesifikasi sistem beroreantasi ke objek, mampu secara tepat merepresentasikan sebuah sistem sebagai sebuah set berpokok ekspresi ilmu hitung sehingga dengan mudah dapat dibuktikan kebenaran semenjak sistem tersebut sebelum sistem di implementasikan.

Pemograman yang berorientasi ke objek menyerahkan kemudahan-akomodasi dalam memberikan program-programa yang rumit-musykil, dan mendukung konsep reusability berbunga sebuah komponen, dimana sebuah suku cadang berasal sebuah tuntutan bisa digunakan sekali lagi oleh permintaan lain tanpa harus dibuat ulang dari awal. Konsep ini diterapkan dalam sistem operasi maju dalam gambar applets, yang berupa sebuah objek nan berada dalam sistem yang siap digunakan oleh program aplikasi apapun. Program-program aplikasi dirancang sebagai sebuah rangkaian dari applets sehingga mirip dengan sebuah shell script dari sitem operasi Unix , sahaja bedanya ialah applets berada dalam sistem operasi. Pemograman berorientasi ke objek pula merupakan fondasi berpangkal pemograman yang memanfaatkan GUI seperti pada Microsoft. Metodologi berorientasi ke target kembali memungkinkan di manfaatkannya agent yang difasilitaskan sistem operasi .sebuah program permohonan akutansi yang produktif didalam sebuah sistem komputer lain yang tersimpan lega sebuah sistem distributid database secara transparan sehingga programa tuntutan tersebut lain perlu tahu raga dari data yang diinginkan tersebut,(Lukito Edi.Nugroho 2001).

Hadirin yang saya hormati !

B.4. Manajemen Basis Data

Sistem manajemen basis data ialah komponen terdahulu berasal sebuah sistem embaran berbudaya. Lega sistem berbagai macam, berbagai diversifikasi sistem manajemen basisdata akan saling terhubung sehingga mampu silih berkomunikasi bagi kontributif sistem distributed data base. Untuk memenuhi konektifitas, para penjual sistem manajemen basis data memiliki dua alternatif. Alternatif permulaan ialah mewujudkan semoga perangkat lunak manajemen basisdata ini mengikuiti aturan-resan open database connectivity (ODBC), sedang alternatif kedua adalah mempergunakan akomodasi agent yang diberikan maka itu sistem manuver. Open data base connectivity memerlukan arsitektur client server plong tingkat sistem manajemen basis data, dengan demikian kompatibilitas dan interoperabilitas harus dijamin pada tingkat ini. Padahal agent memerlukan arsitektur client-server sreg tingkat sistem operasi sehingga memberikan fleksibilitas nan makin tinggi bagi para pemakai untuk mengidas sistem penyelenggaraan basis data yang sesuai dengan keperluannya.

Kalau momen ini basis data beralaskan hipotetis data relational, maka model data ini akan mulai ditinggalkan ditahun-perian yang akan hinggap. Komplet data relasional memiliki berbagai problem diantaranya adalah hilangnya semantik data karena normalisasi, problem-komplikasi integritas data, dan tidak adanya mekanisme typing yang abadi. Hilangnya semantik data terjadi karna normalisasi yang mendekomposisikan sebuah entiti menjadi sejumlah perkariban, sehingga untuk mendapatkan entiti tersebut diperlukan majemuk penggelapan aljabar (pada SQL) maupun kalkulus (QUEL). Ini menyebabkan seolah-olah sistim basis data menjadi sulit bakal digunakan dan hanya dimengerti oleh ahli-ahli basis data saja, bukan oleh pengguna-penggunanya. Dekomposisi privat proses normalisasi juga menimbulkan problem integritas data, terutama pada sistem basis data terdistribusi.

Sistem basis data alternatif untuk memecahkan problem-masalah tersebut ideal basis data beroreantasi korban (objeck oriented data base, OODB). OODB memodelkan setiap bulan-bulanan dalam sebuah organisasi sebagai sebuah objek, dengan demikian semantik akan tetap terjaga. Bahan-mangsa dapat memformulasikan dirinya menjadi objek lain. Berlainan dengan kamil-model data lain, setiap sasaran di OODB substansial data dan programa bagi memanipulasi data tersebut, (Utdirartatmo, F.2002).

[newpage]
Hadirin yang saya hormati!

B.5. Jaringan Komunikasi Data

Kerumahtanggaan teknologi proklamasi, barangkali jaringan komunikasi datalah yang pertamakali membuktikan bahwa lingkungan heterogen dapat disatukan dengan berbagai cara sehingga menyembunyikan heterogenitasnya dengan mengacu kepada suatu arsitektur protokol. Teknologi komunikasi data yang ada ketika ini sudah memungkinkan berbagai jaringan nan berbeda-beda untuk berintegrasi dengan wasilah berbagai perangkat begitu juga router dan gateway. Jaringan komunikasi data yaitu merupakan alat yang diperlukan lakukan menunjang konektivitas dan interoperabilitas. Dengan memperalat komunikasi data, sebuah workstation bisa memberikan perintah kepada sistem komputer lain untuk bekerja dan mengirimkan alhasil ke workstation yang bersangkutan.

Di masa depan, komputer-komputer akan tinggal interconnected sehingga memungkinkan akses data dari manapun didunia ini sonder terlazim mencerna berpunca mana data tersebut bersumber. Kemampuan ini memerlukan komunikasi data berkecepatan panjang, terutama jika datanya adalah data multimedia. Selain itu jaringan komunikasi data juga memberi dukungan terhadap distributed processing dan remote computing.

Karena dukungan dari sistem uperasi Unix, saat ini protokol transport TCP/IP yakni protokol duaja defacto. Protokol ini waktu ini dianggap sudah plus tua sehingga invalid mampu menjawab problem-masalah yang kompleks. Diharapkan ISO (jagat pan-ji-panji operation) yang akan muncul dengan protokol yang didukung maka dari itu penjual-penjual komputer jinjing seperti halnya TCP/IP.

Suatu situasi yang akan muncul adalah meluasnya penggunaan frame reley untuk keperluan interkoneksi antar LAN. Penjual-penjual peralatan jaringan seperti bridge, router, dan data service unit (DSU) mutakadim mulai lego produk-barang mereka kompatibel dengan frame relay awam sehingga memudahkan interkoneksi antar LAN dari sebuah instansi.

Jaringan LAN masih akan didominasi maka dari itu jaringan broadcast (IEEE 802), Ethernet, biarpun dianggap sudah berlebih gaek, masih akan menjadi de facto Standard karena nilai performance/cost nya masih patut baik. Riset-riset untuk memacu kepantasan transmisi jaringan broadcast dengan menunggangi kabel koaksial masih terus dilakukan. Eksploitasi alat angkut alternatif koaksial, unshielded twisted pair (UTP), akan makin merambat karena media ini memberikan alternatif yang murah dan bonafide dengan performance yang tidak kalah dengan koaksial.(Onno W. Purbo 1994)

C. Aplikasi Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan

Privat ekspansi teknologi informasi, semua dosen dan karyawan perlu mempersiapkan diri menjadi partisipan aktif dalam perputaran informasi yang terus berkembang dengan cepat kini,

Pertama, intern sistem informasi akademik (SIA), Meningkatkan kualitas sistem publikasi akademik. Perkembangan teknologi wara-wara secara cepat dan dinamis momen ini mendorong pengelola pendidikan tinggi lakukan menerapkannya guna mengembangkan dan meningkatkan sistem informasi khususnya privat lingkungan kampus.

Kedua, dalam sistem permakluman penyelenggaraan (SIM), Menyunting proses pembuatan keputusan, Sistem keterangan akademik yang baik dapat memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan bagi para pimpinan perguruan tinggi bakal mengambil tindakan. Semakin cepat, contoh, dan valid suatu informasi, maka semakin menjamin kepastian proses pengutipan keputusan kerjakan para didikan.

Ketiga, Integrasi data, dengan sistem takrif akademik berbasis jaringan komputer, memungkinkan bikin mengintegrasikan data baik berupa setup maupun data transaksi yang dilakukan terbit beragam setopan kerumahtanggaan lingkungan jaringan sistem. Data yang terstruktur tersebut, bisa dieksplorasi bermacam rupa rajah informasi antara lain informasi akademis yang akan menjadi dasar bagi para pimpinan Sekolah tinggi untuk melakukan perencanaan, pengembangan pengerahan, dan pengaturan terhadap kinerja kampus, baik lega tiap jurusan, fakultas maupun secara keseluruhan.

Read:  Kegunaan Handphone Dalam Kehidupan Sehari Hari

Keempat, Sistem pengerahan data memungkinkan sistem bebas redundansi data. Pembangunan sistem informasi yang bertumpu sreg sistem pengorganisasian data, maka sistem akan terhindar dari bahaya duplikasi data atau nan disebut redundansi.

Kelima, Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusunan laporan. Tuntutan akan ketersediaan informasi akademik, yang cepat dan tunggul sering mengakibatkan impitan serebral yang sangat tinggi bagi para pegawai dan dosen yang ikutikutan administrasi akademik.

Keenam, Meningkatkan produktivitas, ketersediaan takrif akademik yang berkualitas dan infrastruktur jaringan komputer jinjing nan baik akan meningkatkan produktivitas. Sistem pengembangan teknologi informasi membutuhkan pendanaan musim, uang, sumber daya manusia dan usaha yang cukup ki akbar bagi suatu lingkungan kampus. Kini teknologi Informasi akademik hadir dan makin populer. Dengan adanya sistem maklumat akademik nan baik maka dapat meningkatkan profit (keuntungan) menerobos kecepatan internal layanan transaksi sehingga transaksi dapat dilakukan pecah berbagai kancah nan berbeda dengan pusat pengolahan data dalam lingkungan akademik. Salah satu contoh plong sistem informasi akademik yakni semua mahasiswa yang terhubung kerumahtanggaan jaringan sistem informasi akademik dapat melihat dan mengakses data informasinya masing-masing sehingga mereka tidak perlu hinggap kekampus kerjakan mengetahuinya. Hal ini dapat menghemat tenaga maupun perian yang dipergunakan untuk proses transaksi karena dilakukan secara on-line, sehingga kegiatan akademik menjadi lebih efisien.

Lecut bagi membangun sistem keterangan akademik antara lain:

  1. Kebutuhan akan sistem publikasi akademik, nan sepan untuk boleh mengacapkan pengolahan data dan meningkatkan kualitas wara-wara yang dihasilkan.
  2. Keefektifan pengolahan data yang berada pada bilang tempat memerlukan transaksi yang cepat
  3. Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi yang cepat antara pimpinan, dosen, karyawan dengan menggunakan fasilitas E-mail.
  4. Sistem jaringan komputer menerimakan perlindungan dan kepemilikan terhadap data secara online. Jaminan keamanan data tersebut diberikan melangkaui pengaturan nasib baik akses para pemakai dan password serta teknik pengaturan hardisk sehingga data asian preservasi yang baik dan dapat diakses oleh pemiliknya setiap saat dari tempat yang farik n domestik lingkungan kampus.
  5. Dengan jaringan komputer maka tiap pengguna jaringan dapat berbagi satu atau bertambah filesistem (sharing file) sehingga memudahkan dalam pergantian data, efisiensi musim dan biaya.
  6. Setiap dosen, personel, dan pimpinan bisa meng-upload (meletakkan) ataupun men-download (menjeput) file ke server sesuai dengan otorisasi yang diberikan,(Arnita, 2003).

[newpage]
D. Kesimpulan

Kronologi-jalan teknologi informasi manjapada harus menjadi bahan pertimbangan dalam perancangan sistem informasi dalam lingkungan pendidikan. Trend teknologi informasi saat ini yang menerimakan kebebasan kepada pemakai untuk mengidas solusi teknologi yang optimal untuk mengatasi problem informatikanya merupakan langkah nan sebaiknya diikuti karena akan mengoptimasikan biaya, sumber daya dan pemakaian teknologi. Timbulnya heterogenitas sistem memerlukan dipertimbangkannya perancangan yang mengikukti standard open systems. Sebuah jaringan komunikasi data nan baik adalah fondasi utama dalam pembangunan sistem bermacam-macam ini karena menfasilitaskan integrasi, konektivitas, dan interoperabilitas sistem-sistem komputer yang berbeda.

Hadirin Yang berbahagia,

Demikianlah kuliah ilmiah ini saya sampaikan, moga materi yang disampaikan ini dapat menggugah pemahaman kita cak bagi semakin tanggap terhadap keberhasilan zaman di era kenyataan dan globalisasi ini. Orasi ini juga menawarkan kesadaran yunior mengenai pendidikan nan berbasis teknologi informasi moga kita cepat paham dan merealisasikannya lega lingkungkungan kita koteng.

Akhirnya perkenankan saya menitahkan terima rahmat kepada Kiai Rektor Universitas Bung hatta nan memberikan kesempatan lakukan melaksanakan tugas mulia ini. Kepada para undangan, Kiai Ibu dan rekan-rekan sesama staf pengajar serta hadirin yang indah, saya menyabdakan peroleh kasih atas kesediaannya mengimak ceramah ilmiah ini sampai selesai.

Wassalaamualaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh.

[u]Daftar Pustaka[/u]

Arnita. 2003. “Perencanaan Politis Sistem Informasi Akademik”, Tesis Magister Teknik. Yokyakarta : Universitas Gajah Mada.

Eko Indrajit Richardus.2000 Manajemen Sistem Informasi dan Teknologi Informasi, Jakarta : Elek Sarana Komputindo

Kurniadi, A. 1998. Intranet. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Oetomo, B.S.D. 2002 Perencanaan & Pembangunan Sistem Informasi, Yogyakarta : Andi.

Purbo, O.W. 2001. TCP / IP. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Respati Bagus. 2003. “Sistem Pelatihan jarak Jauh” Tesis Yogyakarta

Sembiring, J.H. 2002. Jaringan Komputer Berbasis Linux Jakarta : Elex Ki alat Komputindo.

Stallings, W., 2002, “Jaringan Komputer” Jakarta : Salemba Teknika.

Taufan, Riza. 2001. “Manajemen Jaringan TCP/IP” Jakarta : Elex Wahana Komputindo.

Utdirartatmo, F. 2002. Mengelola Database Peladen MySQL Yogyakarta : Andi.

Wijaya, Hendra. 2003. Cisco Swich Jakarta : Elex Media Komputindo.

Wiryana, I.M. 2001. “Open Source Campus Agreement Pengenalan Linux” Jakatrta : Perkumpulan Gunadarma

Wayan, 2003, “Pembelajaran Jarak Jauh” Tesis Yokyakarta

[newpage]
Riwayat Kehidupan

Segel : Ir,Arnita, MT
Macam Kelamin : Kuntum

Arena/Tanggal Lahir : Bukittinggi / 24 November 1963
Sasaran : Ikur Koto, RT.2, RW.2, Kota Tangah, Padang.

Pendidikan

  1. Sarjana, Fakultas Teknik Jurusan Elektro Universitas Bung Hatta 1990
  2. Master, Teknologi Informasi Perserikatan Gadjahmada 2003

Training di rataan Teknologi Informasi

  1. Training Programing Komputer 1990
  2. Training Sistem Informasi Data Bases Mysql dan PHP Yokyakarta, 2001
  3. Training Jaringan LAN, Intranet dan WEB Yokyakarta, 2001
  4. Training Objeck Oriented Programing widh Delphi Yokyakarta, 2001
  5. Training Web Design, Yogyakarta, 2003

Minat

  1. Sistem Basis Data
  2. Jaringan Komputer
  3. Manajemen Sistem Informasi

Pengalaman Kerja

  1. Karyawati PT. Taureans&CO Padang Waktu 1985
  2. Dosen Luar Biasa, STTP Padang 1990
  3. Dosen Asing Biasa, Universitas Muhammaddiyah Padang 1990
  4. Dosen Kopertis Wilayah X DPK Univ Bung Hatta Padang 1992

Seminar Dan Sumbang saran Panel

  1. Peluang Dan Tantangan e-Goverment Di Era Kebebasan Negeri, Yogyakarta, 18 September 2003
  2. Menyiapkan IT Professional di Era Industri Informasi, Yogyakarta 12 mei 2003
  3. Linux is Power, Linux is Danger, Yokyakarta 2002
  4. Jogja Information and Technologi Session, Yogyakarta 28 April 2002
  5. HEDS Seminar On science and Technology, HEDS/JIKA & UNAN Padang 1998
  6. Workshop Pembuatan Proposal, Bung Hatta Padang, 1996
  7. Mamfaat Sistem Pelacak Petir Bagi Pabrik, Bung Hatta 1994
  8. Link And Match, Bung Hatta 1994

Workshop dan Pelatihan

  1. Teknik Instalasi, BLKI Padang 1984
  2. Komputer, Duta Komputer Padang 1990
  3. Bahasa Inggris, Kopertis Provinsi X Padang 1992
  4. Sertifikat V, Ikip Padang 1996
  5. Bahasa Ingris, Medita course Yogyakarta 2003

Hasil Rancang Bangun Radas sabar

  1. Sistem Informasi Akademik, dengan PHP dan Mysql, Yokyakarta tahun 2002
  2. Sistem Pemberitaan Perpustakaan, dengan Foxpro, PHP dan Mysql , Yogyakarta 2001
  3. Toko Pokok online, denga Mysql dan PHP, Yokyakarta 2003

Penelitian Dan Karya Ilmiah

  1. Tabel Lingkaran Mesin Revolusi Bolak-Benyot, Padang 1995
  2. Paradigma Pengamanan Sistem Distribusi 6 Kv dengan Pengetanahan pengambang, Padang 1995
  3. Pengetanahan Para-para Gigi, Padang 150 KV 1995
  4. Starting Motor Induksi Tiga Phasa Melangkahi Narapidana Asut Rotor dengan SCR, Padang 1996
  5. Pengukuran Tahanan Spesies Tanah dan Pesakitan Elekroda Pengetanahan, Padang 1996
  6. Arrester Sebagai Peralatan Penaung Sistim Tenaga Listrik, Padang 1996
  7. Persebaran Wara wiri, Padang 1997
  8. Pengereman Inisiator Induksi Tiga Phasa, Padang 1997

Pengabdian Mahajana

  1. Upaya Pengiritan Tenaga Setrum, Ceramah Ternganga, Kelurahan Olo Namggalo Padang 1996
  2. Sendang-perigi Binar Nan Effisien, Eamah Terbuka, Kelurahan Olo Nanggalo Padang 1995
  3. Programa pelatihan pemasangan Instalasi Listrik bagi Teruna/pemudi kutung sekolah di kelurahan Ancala pangilun kecamatan padang utara 2004
  4. Program pelatihan pemasangan Instalasi Listrik lakukan Pemuda/pemudi kudung sekolah di kelurahan Olo kec Nanggalo padang utara 2004

Pengkajian Dan publikasi

  1. Perencanaan Diplomatis Sistem Informasi Akademik, Yogyakarta 2003
  2. Pemblajaran Interaktif privat sistem Pemblajaran Jarak Jauh berbasis WEB

Orasi Ilmiah Oleh Ir. Arnita, MT.
Pada Dies Natalis XXIV Universitas Bung Hatta
Padang, 20 April 2005