Bolehkah Membangun Rumah Tanpa Imb

Bolehkah Membangun Rumah Tanpa Imb

Artikel kali ini akan membahas peraturan IMB rumah tinggal.

Di Indonesia, sebelum Anda mulai mendirikan bangunan seperti rumah tinggal, Anda perlu memiliki izin dari pemerintah setempat terlebih dahulu.

Dengan mengurus dan memiliki izin, Anda bisa mendirikan bangunan di lokasi yang telah Anda tentukan sebelumnya.

Namun, bila tidak, proyek Anda akan terancam mangkrak dan tentu Anda bisa berurusan dengan hukum.

Bolehkah Membangun Rumah Tanpa Imb

Maka dari itu, penting sekali memiliki izin yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat.

Salah satu bentuk izin yang dikeluarkan pemerintah setempat guna membangun rumah adalah IMB atau singkatan dari Izin Mendirikan Bangunan.

Namun, sebelum Anda mulai mengurus izin ini, ada baiknya Anda mengetahui dan mengerti istilah-istilah dalam membangun rumah.

Pengertian dan Fungsi IMB

IMB atau Izin Mendirikan Bangunan diterbitkan oleh pemerintah daerah seperti kelurahan hingga kabupaten tempat Anda akan mendirikan bangunan.

Sebenarnya, IMB tidak sebatas hanya mendirikan bangunan baru saja, namun juga bisa berlaku untuk membongkar, renovasi, menambah atau mengubah bentuk serta struktur bangunan.

Seperti halnya surat izin lainnya, IMB hadir untuk menjaga ketertiban lingkungan tempat sebuah bangunan akan didirikan.

Hal ini membuat pembagian pemanfaatan ruang kota menjadi tetap baik. Contoh pemanfaat ruang kota adalah seperti pembagian Kawasan resapan air, Kawasan lindung dan Kawasan pemukiman.

Dan hadirnya IMB juga mendorong pembangun rumah memenuhi berbagai aspek rumah layak huni seperti aspek Kesehatan, keamanan serta kenyamanan.

Mengenal Peraturan / Istilah-istilah dalam IMB Rumah Tinggal

Dalam membangun sebuah rumah, kemungkinan besar Anda akan dihadapkan oleh sederet istilah-istilah IMB yang kemungkinan tidak umum Anda dengar.

Hal tersebut dapat membuat Anda bingung. Maka dari itu, kami akan jelaskan beberapa istilah yang muncul ketika hendak membangun rumah.

Read:  Kontraktor Pembangunan Rumah Potong Ayam

contoh data peraturan dalam imb rumah tinggal

Peraturan IMB Rumah Tinggal, GSB atau Garis Sempadan Bangunan

Garis Sempadan Bangunan adalah rencana awal dalam melaksanakan pekerjaan penataan bangunan. Terdapat tiga jenis GSB yang perlu Anda ketahui, yaitu :

· Garis Sempadan Muka Bangunan

Biasanya, di depan sebuah rumah terdapat jalan umum. Hal ini diperuntukan agar masyarakat mudah berlalu-lalang dan pergi menuju suatu tempat melalui jalan tersebut.

Maka dari itu, terdapat aturan mengenai GSB ini yaitu minimal memiliki lebar setara ¼ kali panjang Daerah Kawasan Jalan (DAWASJA) atau ½ kali Daerah Milik Jalan (DAMIJA).

· Garis Sempadan Bagian Sudut

GSB yang satu ini layak untuk Anda perhatikan bila lahan bangunan Anda berada di persimpangan jalan atau biasa disebut Hook.

Ya, pemerintah telah mengatur soal ini untuk mencegah kecelakaan antar dua atau lebih pengendara kendaraan. Seperti misalnya jangan membangun rumah terlalu mepet jalan sehingga seseorang tidak dapat melihat kondisi jalan di persimpangan.

Selain itu, tinggi pagar tidak boleh lebih dari 80 cm dan tidak berpondasi. Dengan begitu, masing-masing pengendara dari dua arah akan bisa menghindari tabrakan.

· Garis Sempadan Bagian Belakang / Samping

Untuk tanah bagian belakang, perlu menerapkan garis sempadan dengan jarak minimal 2 1000 antara tanah dan dinding struktur rumah. Dan untuk bagian samping, dibuat jarak minimal one,5 m dari batas tanah ke dinding struktur bangunan.

*Catatan bahwa aturan-aturan di atas itu hanya contoh saja, tidak mutlak dan setiap daerah mempunyai peraturan yang berbeda-beda.

Peraturan IMB Rumah Tinggal, Koefisien Dasar bangunan (KDB)

Apa itu Koefisien Dasar Bangunan atau KDB? KDB ialah nilai perbandingan dalam bentuk persen dari luas lantai dasar dengan luas total lahan sebuah bangunan berdiri.

Read:  Contoh Form Checklist Bangunan Rumah

Konsep dari koefisien ini memiliki kaitan dengan luas lantai dasar dan tinggi bangunan.

Pembagian persentasenya biasanya adalah lx:40 atau seventy:30. Bila menggunakan perbandingan 60:40, itu berarti 60% dari total lahan yang Anda miliki boleh Anda bangun rumah, namun 40% sisanya dibiarkan menjadi zona hijau / tidak dibangun.

contoh siteplan IMB ukuran lahan dan GSB

Peraturan IMB Rumah Tinggal, Koefisien Lantai Bangunan (KLB)

Koefisien Lantai Bangunan merupakan perbandingan antara luas seluruh lantai yang ada di sebuah rumah dengan luas lahan yang tersedia untuk dibangun.

KLB memiliki ketetapan berupa seberapa luas lantai rumah yang dapat dimiliki oleh pemilik rumah dengan total lahan yang ia miliki.

Bila KDB hanya menghitung lantai dasar saja, maka KLB juga menyangkut lantai yang ada di bagian tingkat (bila rumah memiliki dua lantai atau lebih).

Secara teori, penetapan KLB memiliki tujuan berupa :

  • Menyediakan lahan yang pas untuk keleluasaan kendaraan terparkir dalam lahan rumah yang tidak dibangun.
  • Memberikan kenyamanan pada lahan di luar rumah karena memenuhi kebutuhan soal sirkulasi udara dan paparan sinar matahari.

Pengertian Expanse Ruang Terbuka (ART)

Surface area Ruang Terbuka lebih akrab kita kenal dengan halaman. Luas Area Ruang Terbuka ini berdasarkan atas perbandingan antara luas lantai total bangunan.

Sekian artikel mengenai peraturan IMB rumah tinggal ini.

Ikuti artikel menarik kami yang lainnya di ilmubangunrumah.com ini. Terimakasih.




Bolehkah Membangun Rumah Tanpa Imb

Source: https://ilmubangunrumah.com/peraturan-imb-rumah-tinggal/

Check Also

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bangunan Tahun 2020 File Sofcopy Dalam …