Biaya Membangun Rumah Luas 76 Meter

Biaya Membangun Rumah Luas 76 Meter

PT Matahari Department Store Tbk

Jenis

Publik
Kode emiten IDX: LPPF
Industri Ritel
Didirikan 24 Oktober 1958 (1958-10-24)
(Matahari)
01 Apr 1982 (1982-04-01)
(PT Matahari Departement Store Tbk)
Kantor
pusat
Indonesia

Tokoh
kunci

  • Terry O’Connor (CEO)
  • Monish Mansukhani (Chairman)
Merek Matahari
Jasa Peritel Fesyen
Pendapatan Kenaikan
Rp 4.964 Miliar (9M 2022)

Laba operasi

Kenaikan
Rp 1.471 Miliar (9M 2022)

Laba bersih

Kenaikan
Rp one.054 Miliar (9M 2022)
Total aset Penurunan
Rp five.450 Miliar (30 Sep 2022)
Total ekuitas Penurunan
Rp 429 Miliar (xxx Sep 2022)
Situs web http://world wide web.matahari.com/corporate/

PT Matahari Department Store Tbk, dikenal dengan
Matahari, adalah platform ritel terbesar di Republic of indonesia, dengan 143 gerai di 78 kota di seluruh Republic of indonesia, serta secara online melalui Matahari.com. Selama lebih dari 60 tahun, Matahari menyediakan produk pakaian, kecantikan dan sepatu yang berkualitas,
stylish
dan terjangkau bagi kalangan menengah Republic of indonesia yang semakin meningkat.[1]
Kantor pusatnya berada di Jl. Bulevar Palem Raya No. 7, Lippo Village, Tangerang, Banten.[2]

Manajemen

[sunting
|
sunting sumber]

  • Presiden Komisaris: Monish Mansukhani
  • Wakil Presiden Komisaris Independen: Roy Nicholas Mandey
  • Komisaris: Andy Andhiwana
  • Komisaris: Adrian Suherman
  • Komisaris: Bianca Cheo Hui Hsin
  • Komisaris Independen: David Fernando Audy
  • Presiden Direktur: Bunjamin J. Mailool
  • Wakil Presiden Direktur: Terry O’Connor
  • Direktur: Niraj Jain
  • Direktur: Irwin Abuthan
  • Direktur: Miranti Hadisusilo
  • Direktur: Herni Dian[three]

Anak usaha

[sunting
|
sunting sumber]

  • PT Matahari Nusantara Logistik
  • PT Matahari Semesta Indah[2]

Pemegang saham

[sunting
|
sunting sumber]

  • Auric Digital Retail Pte. Ltd.: 35,56%
  • PT Multipolar Tbk: viii,88%
  • Publik: 54,13%
  • Saham
    Treasury: 1,43%
    [four]

Sejarah dan perkembangan

[sunting
|
sunting sumber]

Cikal-bakal Matahari Departement Store dapat ditarik ke sebuah toko kecil bernama “Mickey Mouse” yang terletak di Pasar Baru, Djakarta Pusat. Pada tahun 1950-an, seorang pria perantauan dari Makassar, Hari Darmawan (lahir 1940) pindah ke Jakarta untuk mengadu nasib. Hari lalu bertemu dengan Anna Yanti[5]
yang merupakan anak dari pemilik toko Mickey Mouse dan kemudian menikahinya pada tahun 1958. Pada usia nineteen tahun, Hari kemudian diberi tanggung jawab mengelola toko seluas 158 meter persegi[half-dozen]
tersebut, terhitung sejak 24 Oktober 1958, dengan toko lantai dua untuk istrinya menjahit pakaian dan lantai pertama untuk toko keluarga mereka yang menjual pakaian anak-anak, baik impor maupun buatan istrinya bernama MM Fashion.[seven]
[eight]
Toko tersebut tidak diberikan mertua Hari dengan cuma-cuma, melainkan harus dicicil sebanyak Rp 1 juta/bulan jika ingin dimilikinya.[9]
Hari mengaku bahwa ia berusaha mengelola Mickey Mouse secara efisien dan menghasilkan keuntungan, walaupun sedikit tapi jika dikalkulasi cukup banyak.[10]
Dengan pengelolaan itu, toko Mickey Mouse pun berkembang pesat, dan mertuanya yang terkesan kemudian menjual toko tersebut kepada Hari.[eleven]
Kemajuan bisnis Hari tersebut membuatnya tertarik mengembangkan usahanya. Hari lalu membuka dua bisnis baru di awal 1970-an: Mamina tahun 1970 dan cabang toko Mickey Mouse II tahun 1971. Nama Mickey Mouse kemudian diubah menjadi MM Fashion yang tetap dipertahankan hingga 1987.[ix]

Pada tahun 1972, dengan modal pinjaman depository financial institution,[12]
Hari membeli sebuah toko bernama “De Zon” yang merupakan salah satu toko serba ada terbesar di Pasar Baru (six kali luas toko Mickey Mouse),[13]
[eleven]
namun mengalami kesulitan keuangan.[ten]
Toko tersebut, yang berada dekat tokonya, selama ini dirasa Hari sebagai saingannya yang cukup berat.[7]
De Zon dalam bahasa Belanda artinya matahari. Hanya dengan nama itulah, Hari kemudian menetapkan nama “Matahari” sebagai nama baru bagi toko yang baru dibelinya beberapa waktu kemudian, tepatnya pada 15 Desember 1973.[9]
Belakangan, ia memberikan makna bagi nama Matahari: bahwa Matahari harus menjadi kebanggaan Republic of indonesia, dan jika dieja dibaca “mata-Hari”, maka toko Matahari harus dapat dibangun sesuai visi Hari sendiri.[thirteen]
Awalnya, hanya itu cabang Matahari di Republic of indonesia, namun sejak 1977, Hari memutuskan untuk mengembangkan bisnis ritelnya itu ke berbagai daerah dengan target satu tahun satu cabang.[6]
Rencana ini baru terealisasi pada 28 Maret 1980,[9]
dengan membuka cabang Sinar Matahari di Bogor.[fourteen]
Tangan dingin Hari pun dengan cepat berbuah manis, dengan Matahari pada era 1980-an membuka banyak cabang di berbagai kota dan daerah menyesuaikan pertumbuhan ekonomi saat itu, menjadikan Matahari sebagai perusahaan ritel No. one di Indonesia.[thirteen]
Matahari kemudian juga dikenal sebagai pelopor toko serba ada di Indonesia, dengan menjual aneka produk dalam satu atap (terutama fesyen), seperti pakaian, sepatu, tas, aksesoris, dll yang dipajang selengkap mungkin.[vii]
[15]

PT Matahari Putra Prima Tbk

[sunting
|
sunting sumber]

Logo pertama Matahari Department Store, digunakan dari tahun 1975 hingga 2003.

Dalam perkembangannya, Hari juga mulai meniru operasional ritel di berbagai negara asing, seperti memperkenalkan
bar lawmaking
dan membangun pelayanan
client service, meniru sistem yang ditemuinya di Jepang.[16]
Untuk menyatukan cabang-cabang Matahari yang dimilikinya, didirikan PT Matahari Putra Prima pada eleven Maret 1986,[17]
dengan Hari sebagai presiden direktur. Beberapa tahun kemudian, di tanggal 21 Desember 1992, Matahari Putra Prima mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Djakarta dan Surabaya,[xviii]
dengan harga Rp 7.150/saham dan menjual viii,7 juta saham.[xix]
Matahari saat itu tercatat memiliki 36 cabang di 16 kota pada 1992,[20]
dengan pangsa pasar 55%.[21]
Mengantisipasi tumbuhnya kelas menengah di era ini, Hari sendiri memiliki niat ambisius dengan ingin mengembangkan Matahari hingga mencapai 1.000 gerai di seluruh Indonesia.[7]
Matahari kemudian juga mengembangkan model-model ritel baru pada era 1990-an, dengan visi menciptakan tempat belanja yang menggabungkan tempat hiburan. Cabang-cabangnya kemudian dilengkapi supermarket, tempat bermain anak Alfa Zona, pusat permainan Timezone, toko kaset M-Studio, toko buku M-Media, dan toko perlengkapan rumah Home Centre. Juga, demi menjangkau berbagai strata ekonomi, dikeluarkan beberapa merek dan tipe baru: Galeria, untuk kelas atas dengan menjual produk bermerek; Mega 1000, sebuah hipermarket, Super Ekonomi, sebuah supermarket yang menargetkan kelas bawah, ditambah Rumah Matahari dan Super Bazzar.[17]
[6]
Tidak lupa juga, dengan peritel asing, dijalin beberapa aliansi dan pembukaan cabang seperti dengan Courts (PT Matahari Tatagriya Persona) dan Marks & Spencer, masing-masing pada 1994 dan 1996.[22]
Hasilnya cukup baik, dengan pada 1996 Matahari sudah memiliki 27.000 karyawan dan penjualan Rp 2 miliar.[6]
Pada Januari 1997, tercatat Matahari memiliki 84 cabang aneka jenis di 30 kota di seluruh Indonesia.[23]

Read:  Bahan Yang Diperlukan Untuk Membangun Rumah Sederhana Tapi Bagus

Akan tetapi, pada awal 1997, secara mengejutkan Hari memutuskan untuk menjual saham mayoritasnya di PT Matahari Putra Prima kepada Lippo Group. Ada yang menafsirkan, bahwa Hari menjual ritelnya karena pertumbuhannya pada periode 1996 tercatat sempat menurun 30% dan kekhawatiran adanya pesaing luar negeri sehingga membutuhkan
partner
yang lebih kuat.[23]
Selain itu, Matahari juga sempat terjerat hutang yang harus diatasinya,[24]
dimana rumor yang beredar berasal dari Banking company Lippo.[25]
Ada juga pendapat dari Hari yang menyebutkan ia harus merawat istrinya, Anna Yanti dan putra bungsunya, Norman yang menderita sakit parah sehingga Hari sulit mengawasi pengelolaan usahanya karena selalu berada di Singapura.[5]
Hari juga menyebutkan bahwa ia terngiang peristiwa Kerusuhan 27 Juli 1996 yang terjadi di Jakarta, mengingatkannya pada trauma kekacauan politik setelah Gerakan 30 September 1965, yang menandakan bahwa Republic of indonesia sebentar lagi akan mengalami krisis.[7]
Sementara itu, di sisi lain, Grup Lippo walaupun saat itu sudah memiliki beberapa perusahaan lisensi ritel asing seperti Wal-Mart dan J.C. Penney,[26]
namun grup tersebut masih ingin memperluas jejaknya dengan rencana membeli perusahan ritel lokal, seperti awalnya Hero Supermarket.[27]
Selain itu, Hari pernah ingin memindahkan gedung kantor pusat Matahari ke Menara Matahari yang ada di Lippo Karawaci.[28]
Transaksi itu dilakukan pada Maret 1997, dengan perusahaan Lippo PT Multipolar Tbk membeli 48,ii% saham milik Hari (kemudian menaikkannya menjadi 60%),[29]
sementara sebaliknya Hari mendapatkan ten% saham di Multipolar di bawah PT Haritama Bakti Persada.[thirty]

Logo kedua Matahari Section Store, digunakan dari tahun 2003 hingga 2011.

Setelah Lippo berhasil menguasai Matahari, untuk mengembangkannya, kemudian beberapa aset Lippo (seperti JC Penney yang tutup di Republic of indonesia pada 1998) kemudian dijadikan
outlet
Matahari.[22]
Bagaimanapun, langkah Lippo awalnya sempat tidak mulus di perusahaan yang baru diakuisisinya tersebut. Sebagai efek dari krisis ekonomi 1997-1998 yang menerjang Indonesia beberapa bulan setelah akuisisi, pada akhir 1997 Matahari mengumumkan akan menutup 3 cabangnya (2 di Jakarta, 1 di Bandung) dan akan menutup 5 lagi setelah Idul Fitri 1998.[30]
Belum lagi pasca kerusuhan Mei 1998, sebanyak 7 cabangnya rusak dijarah dan dibakar perusuh, dengan kerugian Rp 80 miliar. Sempat muncul rumor bahwa Hari yang saat itu memegang 0,19% saham di PT Matahari Putra Prima[31]
hendak mengakuisisi kembali Matahari ke tangannya,[32]
meskipun tidak terealisasi. Untuk menghadapi tantangan yang ada, di bawah Lippo, PT Matahari Putra Prima pun melakukan restrukturisasi. Cabang-cabang seperti Mega Thousand dan Galeria pun ditutup/diubah konsepnya, dan bisnis Matahari ditransformasikan menjadi dua saja: Matahari Departement Shop dan Matahari Supermarket dengan gaya toko baru. Perubahan ini diklaim untuk mengembalikan Matahari ke citra aslinya sebagai
department store
berbasis
one-stop shopping.[17]
Citra dan logo Matahari pun kemudian juga diubah pada 2002, didominasi warna biru, dan sebelumnya pada 2000 Matahari telah meluncurkan kartunya yang disebut “Matahari Gild Card”.[fourteen]
Tidak lama kemudian, 15 Januari 2004, Matahari kembali membuka hipermarket barunya, kali ini dengan nama baru yaitu Hypermart,[33]
dan sempat juga pada ane Februari 2004 membuka gerai Cut Cost (yang kemudian ditutup).[xiv]
Strategi ini rupanya cukup berhasil mengembangkan usaha Lippo di bidang retail ini.[34]
Ekspansi pun terus dilakukan, dengan pada ane Januari 2006 Matahari Putra Prima telah memiliki 146 cabang,[35]
dan sempat tercatat pernah membuka cabang di Tiongkok.[xiv]
Kemudian, dalam perkembangannya, pada 2007 Matahari Supermarket diganti dengan Foodmart, serta Matahari mengembangkan bisnis lainnya seperti Boston Health.[36]
Sejak Mei 2009, Matahari telah menggunakan logo baru yang merupakan penyegaran logo lama, dengan warna utama abu-abu dan merah,[37]
demi menciptakan citra baru dalam menargetkan pasar kelas atas.[38]

PT Matahari Department Store Tbk

[sunting
|
sunting sumber]

Logo ketiga Matahari Section Shop, digunakan pertama kali di gerai Supermal Karawaci pada tanggal nineteen September 2008, digunakan sebagai logo utama dari tahun 2011 hingga 8 Oktober 2022 dan masih digunakan di beberapa gerai.

Perusahaan yang saat ini kita kenal sebagai Matahari Department Store, bisa dikatakan bukan perusahaan Matahari yang “asli” karena seperti telah dijelaskan, yang asli adalah Matahari Putra Prima. PT Matahari Section Shop Tbk didirikan pada 1 Apr 1982 sebagai
PT Stephens Utama International Leasing Corporation, dengan awal kehidupan dari perusahaan ini adalah sebagai perusahaan pembiayaan (financing) patungan antara Stephens Finance Limited, Hong Kong (70%)[39]
dan PT Gema Nusa Kencana (thirty%),[forty]
dimana keduanya merupakan bagian Lippo Group.[41]
Tujuh tahun kemudian (31 Juli 1989),[42]
namanya berganti menjadi
PT Lippo Pacific Finance,[43]
dan segera mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada xvi Oktober 1989[44]
(awalnya direncanakan 31 Agustus 1989) sebagai perusahaan pertama grup ini yang menawarkan sahamnya ke publik. Saham yang dilepas adalah sebesar 30% dengan harga perlembar Rp vii.900.[45]
Perusahaan ini diberi kode emiten
LPPF
yang berasal dari singkatan namanya, dan saat ini masih dipertahankan. Cukup antusias diterima publik,[46]
dana yang diraup dari hasil IPO adalah Rp 17 miliar yang digunakan sebagai modal perusahaan, yang kemudian mampu meningkatkan izinnya untuk bergerak penuh dalam bisnisnya.[47]
Bisnis utamanya adalah di bidang sewa guna besar dan menengah, ditambah juga memiliki sejumlah anak usaha. Beberapa anak usahanya adalah PT Banker Trust (BT) Lippo Finance, Permit Pacific (Hong Kong) Ltd,[48]
dan kemudian sempat juga menjadi perusahaan induk bagi beberapa perusahaan Lippo Group, seperti Lippo Bank, Asuransi Lippo Life, Lippo Merchants Finance, Lippo Country Development, Multipolar, dan Lippo Industries yang diakuisisinya pada 1992 senilai Rp 254 miliar.[49]
Meskipun namanya tercatat beberapa kali dirubah (ke PT Lippo Pacific pada xiii Juli 1992 dan 16 Apr 1997, kembali ke PT Lippo Pacific Finance pada 16 November 1994, dan ke PT Lippo Financial pada 12 Juli 1996),[50]
bisnis utamanya saat itu tetaplah bisnis jasa pembiayaan.

Sejak 27 Februari 1998, Lippo Pacific menghentikan bisnis perusahaan pembiayaannya dan kemudian beralih menjadi perusahaan keuangan lainnya.[51]
[52]
Beberapa waktu kemudian, bisnisnya kembali berubah menjadi perusahaan investasi, jasa dan perdagangan umum[53]
dan sejak 25 Juni 1999 namanya diubah menjadi
PT Pacific Utama Tbk
yang hanya bergerak dalam investasi anak usahanya, namun terutama tetap pada sejumlah perusahaan patungan pembiayaan seperti PT BT Lippo Finance dan PT Daiwa Lippo Finance.[53]
Belakangan, aset-asetnya dilepas, dengan hanya memiliki satu anak usaha penuh dan beberapa saham minoritas di sejumlah perusahaan. Meskipun demikian, pengendalian tetap berada di tangan Grup Lippo lewat Pacific Asia Holdings Pte. Ltd.[51]
[54]

Read:  Cara Bangun Rumah 100 Jutaan

Pada bulan September 2009, PT Matahari Putra Prima (pengelola Matahari saat itu) mengumumkan akan dilakukan proses pengalihan asetnya ke PT Pacific Utama Tbk. Proses
spin-off
bisnis Matahari Department Store ke perusahaan terpisah ini dilakukan sebagai kelanjutan dari restrukturisasi bisnis Matahari Putra Prima sejak 2002, dengan tujuan membuat tata kelola, pembiayaan dan operasional bisnis toko serba ada yang lebih baik. Selain itu, direncanakan juga akan dilepas beberapa anak usaha Matahari, seperti Timezone ke anak usaha terpisah. Transaksi ini dilakukan dengan perjanjian pengikatan jual beli dan pengalihan aset-aset (PPJBA) senilai Rp 425 miliar, dengan aset operasional
section store
seperti inventaris, distribusi,
merchandise,
prepaid list,
dan sumber daya akan dialihkan dari Matahari ke Pacific Utama (terutama 87
department store
Matahari), dan PT Matahari Putra Prima hanya akan mengelola bisnis korporat dan kemudian bisnis FMCG-nya. Di samping proses
spin-off
tersebut, Pacific Utama juga akan menjadi anak usaha PT Matahari Putra Prima, lewat skema
rights outcome
secara mayoritas. Untuk memuluskan rencana ini, PT Pacific Utama Tbk telah melepas anak usahanya, Lippo Securities dan melakukan aksi korporasi seperti
opposite stock.[55]
[56]
Proses tersebut selesai dilakukan pada 25 November 2009, dengan aset-aset dan operasional Matahari Department Shop dialihkan kepada Pacific Utama Tbk dan kepemilikan Matahari Putra Prima di Pacific Utama mencapai 90,76%.[57]
Tidak lama kemudian, nama PT Pacific Utama Tbk diganti menjadi
PT Matahari Section Store Tbk
sampai sekarang. Setelah proses tersebut, Matahari Section Store Tbk berencana untuk menganggarkan Rp ane triliun bagi ekspansinya di tahun 2010,[58]
dan sempat melakukan restrukturisasi pada aset Matahari Putra Prima yang dialihkan (dijual) padanya.[59]

Akan tetapi, kepemilikan Matahari Putra Prima (Matahari yang asli) akan Matahari Department Store (d/h Pacific Utama) ternyata hanya berusia singkat. Pada awal 2010, pihak Matahari Putra Prima mengumumkan bahwa CVC Capital Partners Asia dengan anak usahanya Meadow Asia Co. Ltd. (usaha patungan Matahari Putra Prima 20% dan CVC 80%) hendak membeli 98% saham Matahari Department Store dari induknya dan Pacific Asia Holdings Limited (anak usaha Lippo) senilai Rp 7,16 triliun. CVC berniat untuk menambah gerai Matahari Department Store, dan sempat juga diperkirakan akan men-delisting
perusahaan ini dari bursa saham.[60]
Dilakukan secara bertahap (dari 90,76% menjadi 98%) sejak Januari 2010, transaksi ini tuntas dilakukan pada 1 April 2010 dengan Matahari Department Store kini di bawah kepemilikan baru.[61]
[62]
Bagaimanapun, banyak pihak meragukan niat Lippo untuk menjual salah satu aset utamanya tersebut, dengan melihat
rail record
konglomerasi ini. Ada yang menganggap, penjualan itu tidak lebih dari akal-akalan Lippo demi memainkan saham LPPF.[63]
[64]
[65]
Tidak lama setelah penjualan itu, pada September 2011, PT Matahari Section Store Tbk telah di-merger dengan PT Meadow Indonesia.[66]

Kepemilikan Meadow rupanya tidak bertahan lama. Meadow (lewat anak usahanya Asia Color Company Ltd.) perlahan-lahan melepas saham LPPF, dengan pada viii Maret 2013 hanya memiliki 73,25%-nya, sedangkan 24,nine% sahamnya dijual ke oleh PT Multipolar Tbk (anak usaha Lippo). Sejalan dengan transaksi itu, Matahari Putra Prima melepas xx% sahamnya di Meadow.[67]
Pada pertengahan Maret 2013, saham Meadow (via Asia Color) pun makin merosot ke 37,7%, dengan mayoritasnya dijual ke investor asing dan publik, menaikkan persentasenya dari one,85% menjadi 41,8%.[68]
Saham CVC akhirnya menghilang pada 2015, setelah terakhir menggenggam 2% saham LPPF.[69]
Di tahun 2018, tercatat Multipolar menjadi pemegang 17,48% saham PT Matahari Department Store Tbk, dan sisanya publik.[seventy]
Harga saham Matahari Department Store pun dalam periode 2010-an tercatat pernah meroket, menyentuh Rp eighteen.800/saham dari hanya Rp ii.000-an pada awal 2010.[71]

Sejak 14 Juli 2021, pemegang saham mayoritas dan pengendali Matahari Section Store Tbk telah berganti menjadi dari Auric Digital Pte. Ltd. sebesar 32,02% (awalnya direncanakan hingga l,12%). Adapun Auric juga merupakan perusahaan milik keluarga Riady di Singapura, jadi bisa dikatakan Lippo tetap menguasai kepemilikannya. Sedangkan Multipolar tetap bertahan sebagai salah satu pemegang saham utama dengan kepemilikan 19,42%, sisanya investor lain dan publik.[72]
Saat ini, Matahari mengoperasikan 143 gerai di 78 kota di seluruh Indonesia.

Perkembangan mutakhir

[sunting
|
sunting sumber]

Di era digital ini, Matahari memanfaatkan teknologi digital melalui pengalaman ritel omni-channel. Memahami pentingnya pengalaman berbelanja fisik dan online, pandemi telah mempercepat dan meningkatkan permintaan akan pengalaman ritel omni-channel untuk melayani konsumen. Demi memberikan pengalaman berbelanja omni-channel yang tanpa batas, Matahari telah membuka saluran online, yaitu Matahari.com, Social Commerce Shop & Talk, serta toko resmi di
market, seperti Shopee dan Tokopedia.[73]
[74]
Matahari juga menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat melalui media sosial seperti kanal YouTube Matahari dan Instagram @matahari dan @storyofmatahari.[75]
Di tengah pandemi, Perseroan membukukan kinerja positif selama sembilan bulan pertama tahun 2021. Matahari mencatatkan pertumbuhan baik dari sisi
top line
maupun
lesser line. Matahari mencatat adanya PPKM darurat yang dimulai awal Juli 2021 membuat Perseroan menutup sementara beberapa gerainya selama dua bulan, dengan 31 gerai lainnya tetap buka dengan berbagai pembatasan. Pada awal September 2021, Matahari membuka kembali 100% gerainya dan terus mengalami pemulihan positif dari minggu ke minggu. Hal ini berlanjut pada Oktober 2021 dengan pemulihan mencapai lebih dari seventy% dibandingkan tahun 2019.[76]

Inisiatif digital Matahari menahan tekanan yang dalam di tahun 2020. Matahari mengurangi semua biaya operasional melalui negosiasi dengan pemilik properti di pusat perbelanjaan demi mengurangi biaya sewa. Dengan tekanan likuiditas yang berat, LPPF juga mendapatkan tambahan fasilitas perbankan senilai Rp500 miliar di tahun 2020.[77]
Sebagai informasi, Matahari telah melunasi pinjaman tersebut pada tahun 2021.[78]
Matahari terus menerapkan pengendalian biaya untuk menjaga arus kas tetap likuid. Perseroan tetap konservatif dalam belanja modal. Semua karyawan yang awalnya menerima penundaan gaji telah menerima gaji penuh pada kuartal keempat tahun 2020, meskipun dengan jumlah karyawan yang lebih rendah. Pada saat itu, Matahari yakin akan menjadi peritel pertama di Indonesia yang mengembalikan pembayaran gaji pada akhir tahun 2020.[79]

Read:  Standar Tinggi Bangunan Rumah 2 Lantai


Rebranding


[sunting
|
sunting sumber]

Pada 8 Oktober 2022 Matahari meluncurkan identitas dan citra barunya, dengan kini bergerak menuju ke arah spesialis format besar atau disebut sebagai
Firm of Specialists, menghadirkan penawaran produk terbaru, konsep gerai yang lebih menarik dan meningkatkan pengalaman berbelanja yang lebih baik kepada pelanggan. Bertempat di Atrium Mal Taman Anggrek, Matahari meluncurkan konsep
House of Specialists
untuk melayani kebutuhan fesyen konsumen di Indonesia, dengan strategi 5 tahun untuk membangun pangsa pasar di target pasarnya, sebagai merek ritel paling tersebar luas di sektornya.

Untuk mewujudkan konsep ‘House of Specialists’ Matahari akan fokus kepada empat hal utama yaitu Produk, Harga, Pengalaman Konsumen dan Sumber Daya Manusia. Matahari menyediakan pilihan produk fesyen yang sangat beragam dan terus menambah merek-merek baru di semua kategori. Koleksinya aspirasional karena produk dipilih dengan seksama berdasarkan tren, desain yang lebih baru, dan memastikan tampilan penuh gaya yang dapat dikenakan sehari-hari. Koleksi di Matahari membangun feel adept dan percaya diri. Matahari juga memiliki rangkaian produk berkualitas internasional dengan harga terjangkau. Untuk mendapatkan pengalaman berbelanja yang optimal, konsumen bisa memanfaatkan keanggotaan Matahari Rewards dan mendapatkan potongan harga yang fleksibel serta diskon belanja langsung.

Sekarang berbelanja di Matahari sangat menyenangkan, dengan bantuan para karyawan ahli dan terampil yang hadir dengan seragam yang lebih modern. Gerai diterangi lampu LED yang ramah lingkungan dengan lorong-lorong belanja yang ditata rapi dan leluasa sesuai tren dan kebutuhan. Matahari mengoptimalkan tata letak produk-produknya dalam area-area spesialis seperti
men’s vesture, beauty, ladies wear, baby shop, children’southward wear, footwear,
dan
coincidental sport. Area belanja yang ditata ulang dengan seksama membuat konsumen mudah mencari barang-barang yang dibutuhkan. Matahari juga melengkapi diri dengan layanan
Click-and-Collect
atau
Shop & Talk, dimana Matahari menyiapkan personal shopping assistant untuk membantu konsumen mencari barang yang dibutuhkan yang kemudian dapat diambil di gerai terdekat. Program ini akan sepenuhnya dijalankan pada 2022 dan 2023.

Selain berbagai kegiatan pemberdayaan bersama karyawan dan mitra usaha, Matahari juga meningkatkan kepedulian untuk pendidikan anak-anak dalam program CSR yaitu merenovasi 10 perpustakaan sekolah di x area di Indonesia. Matahari telah membantu lebih dari ane.000.000 jiwa melalui penciptaan lapangan kerja lokal dan dukungan masyarakat.
[lxxx]

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^

    Laporan Tahunan PT Matahari Department Store Tbk 2020, p. half dozen-vii
  2. ^


    a




    b



    Lapkeu Matahari 2022

  3. ^

    ABOUT United states of america

  4. ^


    PT Matahari Section Store Tbk (2022-04-11). “Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek”
    (PDF).




  5. ^


    a




    b



    Hari Darmawan, Jual Matahari Demi Cinta Pada Istri dan Anak
  6. ^


    a




    b




    c




    d



    Republic of indonesia’s Economy: Personalities
  7. ^


    a




    b




    c




    d




    e



    50 Bang-up Bussines Ideas form Indonesia: Gebrakan Perusahaan-Perusahaan …

  8. ^

    Indonesian Bond Market, 2002
  9. ^


    a




    b




    c




    d



    HARI DARMAWAN
  10. ^


    a




    b



    Mengenang Kisah Sukses Hari Darmawan, Pendiri Matahari Section Store
  11. ^


    a




    b



    Prominent Indonesian Chinese: Biographical Sketches (quaternary edition)

  12. ^

    Tentang sejumlah orang Sulawesi Selatan, 1998
  13. ^


    a




    b




    c



    Jejak Pendiri Matahari Hari Darmawan, dari Raja Ritel ke Bisnis Wisata
  14. ^


    a




    b




    c




    d



    LapTahunan MPPA 2005

  15. ^

    Ensiklopedi ekonomi, bisnis & manajemen: P-Z

  16. ^

    Far Eastern Economic Review, Volume 158
  17. ^


    a




    b




    c



    1. PENDAHULUAN ane.i. SEJARAH PERUSAHAAN

  18. ^

    Emiten pasar modal Indonesia

  19. ^

    The Asian Venture Majuscule Periodical, Book six

  20. ^

    Informasi, Volume 12,Masalah 145-150

  21. ^

    The Asian Venture Capital Journal, Book 7
  22. ^


    a




    b



    World Drinks Marketing Directory 2000/2001
  23. ^


    a




    b



    “Raksasa Baru Bisnis Retail” Gatra, 4 Januari 1997

  24. ^

    Asiamoney, Volume 8,Masalah 1-5

  25. ^

    Antara Hari Darmawan, Matahari dan Lippo

  26. ^

    Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume seven,Masalah 19-24

  27. ^

    Historia Bisnis : Multipolar Siap Beli Saham Hero (HERO) Demi Perkuat Bisnis Ritel

  28. ^

    Indonesia Business concern Weekly, Volume 3,Masalah 12-28

  29. ^

    JSX Spotter
  30. ^


    a




    b



    Informasi, Masalah 215-220

  31. ^

    Panji masyarakat, Bagian two,Masalah 38-45

  32. ^

    Indonesia News Service, Masalah 1485-1601

  33. ^

    KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN: Kajian Perilaku Pelanggan Hypermart

  34. ^

    Begini harusnya bisnis!: 5 kunci emas pengusaha spektakuler Indonesia

  35. ^

    PT MATAHARI PUTRA PRIMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

  36. ^

    LapTahunan MPPA 2007

  37. ^

    Bidik Pasar Premium, Matahari Ganti Logo

  38. ^

    Ganti logo, Matahari perbesar segmen menengah-atas

  39. ^

    Hong Kong Finance

  40. ^

    Banks and Fiscal Institutions in Indonesia Directory

  41. ^

    Ensiklopedi ekonomi, bisnis & manajemen: A-O

  42. ^

    PROSPEKTUS LPPF 1989

  43. ^

    Pasar modal Indonesia: retrospeksi lima tahun swastanisasi BEJ

  44. ^

    Corporate Handbook, Republic of indonesia: The Definitive Guide to Listed Companies, Book ii

  45. ^

    Asian Finance, Volume 15,Masalah 7-12

  46. ^

    Djakarta Jakarta

  47. ^

    Republic of indonesia in the 1990’s

  48. ^

    Emiten pasar modal Indonesia

  49. ^

    The Politics of Economical Liberalization in Indonesia: Country, Market and Power

  50. ^

    LapTahunan LPPF, 2018
  51. ^


    a




    b




    Lapkeu LPPF, Q3 2005

  52. ^

    Informasi & peluang bisnis SWA sembada, Volume 22,Masalah 17-20
  53. ^


    a




    b



    PROSPEKTUS LPPF 2001

  54. ^

    Rights Upshot LPPF 13 November

  55. ^

    MPPA Bakal Alihkan Aset Ke LPPF

  56. ^

    Matahari Alihkan Aset ke Pacific Rp 425 Grand

  57. ^

    MPPA Kuasai 90,7% Matahari Department Store

  58. ^

    MPPA Masih Danai Section Store

  59. ^

    Matahari Restrukturisasi Aset Pacific Utama Rp 430 Miliar

  60. ^

    Meadow Siap Akuisisi 98% Saham LPPF

  61. ^

    Meadow Kuasai 98 Persen Saham Matahari

  62. ^

    Matahari Dilepas ke Asing

  63. ^

    Pengamat Nilai Rencana Transaksi Matahari Mencurigakan

  64. ^

    Dugaan Perdagangan Tak Wajar LPPF Masih Diselidiki

  65. ^

    AKSI LIPPO MELEPAS MATAHARI

  66. ^

    Merger Matahari dengan Meadow direstui

  67. ^

    Multipolar Ambil Alih 24,9% Saham MDS

  68. ^

    15 Investor Insititusi Dunia Miliki Saham Matahari

  69. ^

    CVC and Lippo, a long story of mutual collaboration

  70. ^

    Hari Darmawan Tutup Usia, Begini Perjalanan Bisnis Matahari Store

  71. ^

    Transaksi Jumbo Rp3 T di Pasar Negosiasi, Ada Private Placement di LPPF Lagi?

  72. ^

    Sinyal Kuat Prospek LPPF di Balik Langkah Investasi Grup Lippo

  73. ^


    “Matahari Department Store Hadir Eksklusif di Shopee”.
    investor.id
    . Diakses tanggal
    2022-03-05
    .





  74. ^


    “Bisnis Ritel Pulih, Kinerja Matahari (LPPF) Bersinar”.
    investor.id
    . Diakses tanggal
    2022-03-05
    .





  75. ^


    “Cerita Matahari (@storyofmatahari) • Instagram photos and videos”.




  76. ^


    Intan, Kenia (2021-xi-05). T.Rahmawati, Wahyu, ed. “Pendapatan naik dua digit, Matahari Department Store (LPPF) membukukan laba”.
    Kontan.co.id.





  77. ^


    Hafiyyan. Tari, Dwi Nicken, ed. “Pandemi Bikin Matahari (LPPF) Rugi Rp873 Miliar pada 2020”.
    Bisnis.com.





  78. ^


    Olavia, Lona. “Semester I, Laba Matahari Section Store Naik Jadi Rp 533 Miliar”.
    beritasatu.com.





  79. ^


    Fitri, Amalia Nur. Mahadi, Tendi, ed. “PSBB dilonggarkan, LPPF percaya diri kerugian tidak kian melebar sampai akhir 2020”.
    Kontan.co.id.





  80. ^

    https://world wide web.matahari.com/corporate/newsandevent/alphabetize/view/Matahari-Rebranding

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Indonesia)
    Situs web resmi



Biaya Membangun Rumah Luas 76 Meter

Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Matahari_Department_Store

Check Also

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal

Xls Rab Bangunan Rumah Tinggal Rencana Anggaran Biaya (RAB) Bangunan Tahun 2020 File Sofcopy Dalam …